SMAN 22 Bandung Tutup MPLS Dengan Pengenalan 29 Ekskul Sekolah 

SMAN 22 Bandung Tutup MPLS Dengan Pengenalan 29 Ekskul Sekolah 
MENARIK MINAT: Siswa anggota perkusi di SMAN 22 menunjukan kekompakan dan keahliannya kepada siswa baru di kegiatan MPLS
0 Komentar

BANDUNG — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 22 Kota Bandung menutup kegiatan MPLS dengan pengenalan ekstrakulikuler (ekskul). Dalam kegiatan tersebut, masing-masing ekskul menampilkan keahlian dan keunggulannya.

Kepala SMAN 22 Bandung, Hadili M.Pd menjelaskan, pengenalan ekskul merupakan bagian dari pendidikan dan membangun karakter anak menjadi lebik baik. “Di SMAN 22 ada sebanyak 29 ekskul,” jelasnya, disela-sela kegiatan, Sabtu (23/7).

Hadili mengatakan, tujuan dari “Demo” yang dilakukan adalah, agar siswa baru dapat melihat dan mengetahui kelebihan serta prestasi yang dimiliki masing-masing ekskul. Sehingga keungulan-keunggulan dari ekskul itu bisa menjadi pertimbangan siswa sebelum memilih dan menentukan eskul apa yang akan diikuti.

Baca Juga:Menelisik Ruang Gembira AnakMulai terbongkar, Isi CCTV dan HP Brigadir J Segera Diungkap

“Kita berharap setelah mengikuti kegiatan, anak bisa memilih (ekskul) sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Karena bagi siswa baru diwajibkan minimal ikut satu ekskul,” terangnya.

Dia mengaku, sejauh ini sudah banyak prestasi non-akademik dari ekskul yang telah mengharumkan nama sekolah. Salah satunya dari ekskul softball, sepak bola, futsal dan yang lainnya.

“Ada juga modern dance yang sering tampil di acara-acara nasional. Bahkan sempat juara satu,” bebernya.

Rencananya, lanjut Hadili, di SMAN 22 juga akan ada tiga ekskul baru yaitu, tata boga, tata busana dan tata rias. Diharapkan tiga ekskul itu bisa menjadi bekal siswa untuk membuka usaha setelah lulus nanti.

“Nggak semua siswa lulus lalu melanjutkan pendidikan. Tapi ada yang bekerja, nganggur dan usaha. Tapi kalau mengikuti ketiga ekskul itu, insyaalloh anak sudah punya bekal. Jadi bisa langsung buka usaha kecil-kecilan,” katanya.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMAN 22 sendiri dilaksanakan selama enam hari. Materi yang diberikan pun beragam. Di antaranya, terkait  wawasan nusantara, bahaya penyalahgunaan narkoba, tertib berlalu- lintas dan juga pengenalan kurikulum merdeka.

“Semua pelaksanaan MPLS, sesuai dengan yang diintruksikan oleh Dinas Pendidika Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya. (ziz)

0 Komentar