“Provinsi Jawa Barat mengadakan evaluasi ini dalam bentuk lomba dan kita telah sampaikan. Pertama yang dinilai itu adalah bagaimana pelaksanaan 8 Aksi Konveregensi Stunting di Kabupaten Sumedang. Kedua, peran Stakeholder dalam penurunan Stunting. Ketiga, komitmen dari pimpinan bagaimana berkomitmen tinggi untuk sama-sama bersepakat menurunkan Stunting di Kabupaten Sumedang,” ucapnya.
Tuti menerangkan, TPPS Kabupaten Sumedang telah menyampaikan kepada Tim Penilai Kinerja Stunting Jawa Barat dari Aksi Satu sampai Aksi Delapan.
“Mudah-mudahan mulai dari Aksi Satu yakni Analisa Situasi, Aksi Dua Rencana Kegiatan, Aksi Tiga Rembuk Stunting, Aksi Empat Peran Desa, Aksi Lima bagaimana kader pembangunan manusianya, Aksi Enam Manajemen Data, Aksi Tujuh Pengukuran dan Publikasi, sampai Aksi Delapan Review Kinerja bisa betul betul dilaksanakan di Kabupaten Sumedang dengan konsisten. Sehingga target 7 persen Kabupaten Sumedang pada tahun 2023 untuk Propisi BPB bisa tercapai,” katanya.
Baca Juga:bank bjb dan Kimia Farma Tandatangani Mou Kerjasama Jasa Layanan PerbankanEpaper Jabar Ekspres Edisi Jumat, 8 Juli 2022
Sebagaimana disampaikan Wabup, Tuti pun berharap Kabupaten Sumedang pada Tahun 2023 bisa Zero New Stunting.
“Artinya tidak ada lagi bayi baru lahir stunting sehingga ujung-ujungnya SDM Kabupaten Sumedang untuk sekian puluh tahun akan datang benar-benar berkualitas,” tuturnya.
Tampak hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Sumedang Hj Susi Gantini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Dadang Sulaeman, Kepala Dinas DPPKBP3A Hj Ani Gestapiani, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumedang Sajidin serta unsur terkait lainnya. (*)
