oleh

Tarif Masuk Candi Borobudur 750 Ribu, DPR Bereaksi Keras

Jabarekspres.com – Anggota Komisi X DPR RI Nuroji ikut bereaksi merespons adanya tarif masuk Candi Borobudur 750 ribu seperti dipaparkan Luhut Binsar Pandjaitan.

Lebih lanjut, Nuroji menilai rencana pemerintah dalam menaikkan tarif masuk Candi Borobudur 750 ribu sangat bertolak belakang dengan promosi destinasi wisata.

“Memang Borobudur perlu dijaga kelestariannya, tapi bukan dengan menaikan tarif yang selangit,” kata Nuroji menyikapi tarif masuk Candi Borobudur 750 ribu.

“Itu bertolak belakang dengan promosi destinasi wisata ini. Kepentingan konservasi dan wisata memang perlu seimbang. Tapi bukan menaikan harga setinggi itu,” ujarnya menambahkan.

Politisi fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa pembatasan jumlah wisatawan yang naik ke Candi Borobudur itu bisa dilakukan dengan membatasi jumlah pengunjung atau dengan cara bergiliran atau antre.

Baca Juga:  Harga Tiket Candi Borobudur Naik jadi Rp 750 ribu, Ini Alasan Luhut

Hal lain yang bisa dijadikan alternatif solusi pelestarian Candi Borobudur, kata dia, adalah dengan menutup area candi pada waktu-waktu tertentu untuk perawatan atau pengurangan beban berat candi.

“Soal guide (pemandu wisata), dalam rapat terdahulu dengan pengelola,” ucapnya.

“Saya sampaikan bahwa guide-nya tidak profesional, kenapa? Karena, antara satu guide dengan yang lain, tidak sama, saat menceritakan sejarah Borobudur, dengan kata lain berbeda-beda versinya,” sambungnya.

“Dan begitu saya tanya, ternyata guide tersebut berasal dari Palembang,” ungkapnya menegaskan.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo Tanggapi Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur: Tiket Rp50 Ribu Hanya Sampai Pelataran

Bahkan, lanjut Nuroji, ketika ia menanyakan nama-nama gunung disekitar Candi Borobudur, pemandu wisata tersebut tidak tahu namanya.

Ditambahkannya, seharusnya untuk menjadi pemandu wisata perlu pelatihan dan pembekalan tersendiri tentang sejarah wisata candi tersebut, dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga antara satu pemandu wisata dengan pemandu wisata yang lain satu cerita alias ada kesamaan. Dan yang terpenting merupakan sejarah asli candi tersebut.

“Dan yang tidak kalah penting, untuk memberdayakan warga sekitar atas keberadaan candi Borobudur itu juga harus dilakukan Penataran, pelatihan atau pembekalan terlebih dahulu,” kata Nuroji.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.