oleh

Wagub Uu Larang Sapi PMK Untuk Korban, Sapi Kurban Harus Sehat

JABAREKSPRES.COM – Menjelang Hari Raya Adul Adha atau Hari Raya Kurban, penjualan hewan ternak, khususnya sapi akan meningkat. Namun ditengah wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) membuat masyarakat resah bila ada penjual nakal atau peternak yang tetap nekad menjual sapi yang terinfeksi PMK kepada masyarakat untuk dijadikan hewan kurban.

Menanggapi keresahan warga, Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum melarang sapi yang terjangkiti wabah PMK dijadikan hewan kurban. Uu bahkan meminta sapi PMK untuk dimusnahkan.

Baca Juga:  Antisipasi Penyebaran PMK di Jawa Barat, Ridwan Kamil: Strateginya Seperti Covid, Ada Gugus Tugas

Hal tersebut karena sapi yang diperuntukan untuk hewan kurban salah satu syaratnya haruslah sapi yang sehat.

“Kepada masyarakat untuk membeli sapi untuk kurban atau konsumsi harus yang memiliki label kesehatan biar aman,” kata Uu Ruzhanul Ulum saat kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Kabupaten Garut.

Uu menyampaikan sesuai aturan setiap sapi kurban harus sehat, dan tidak ada alternatif lain di tengah kondisi wabah PMK dan terbatasnya hewan ternak membolehkan sapi yang PMK dijadikan kurban.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Beberkan Langkah Cepat Penanganan PMK

“Ya enggak bisa (sapi sakit), itu harus dimusnahkan,” katanya. Menurutnya, pemerintah provinsi terus melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak yang ada setiap daerah, hasilnya masih banyak yang terdampak wabah PMK.

“Memang ada peningkatan, tetapi peningkatan ini dibuktikan karena ada ‘tracing’ dari pemerintah, dan hanya pemantauan, termasuk kami dari daerah,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.