oleh

Benarkah Penyakit Mulut dan Kuku Pernah Tulari Manusia? Begini Penjelasan Ahli

Jabarekspres.com – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan saat ini sedang merebak, terutama di wilayah Jawa Timur.

Penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ditandai dengan demam pada hewan serta kondisi kuku hewan ternak yang terbelah. Apakah penyakit ini dapat menular pada manusia?

Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Zubairi Djoerban menjelaskan PMK menyebar melalui lendir dan angin.

“Pertanyaan besarnya apakah virus PMK ini bisa menular ke manusia? Artinya penyakit yang menyerang ternak itu tidak bisa ke manusia?” kata Zubairi Djoerban, Rabu (11/5).

Ternyata menurutnya, pernah dilaporkan menyerang manusia. Akan tetapi kasusnya tak banyak.

“Pernah dilaporkan menyerang manusia. Tapi kasusnya tidak banyak. Sejak 1960-an itu baru ada 40 kasus. Salah satunya di Cile,” ungkapnya.

“Apakah kita harus khawatir? Tidak perlu. Enggak perlu panik, enggak perlu khawatir. Kasus penularan virus PMK ke manusia itu amat rendah,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, PMK hampir tidak pernah melompat ke manusia, hanya menulari sesama hewan. Akan tetapi, kasusnya pernah ada menulari manusia.

Dia meminta masyarakat tidak panik dengan munculnya PMK yang ditemukan pada sejumlah hewan ternak di Jawa Timur.

Menkes Budi menegaskan, sudah diskusi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PMK hanya ditemukan di hewan.

“Penyakit kuku dan mulut ada di hewan, hampir tak ada yang loncat ke manusia,” ucap Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (10/5).

Dia meminta masyarakat tak perlu resah. Penyakit itu memang sangat menular tetapi hanya di antara hewan.

“Khusus untuk mulut dan kuku adanya di hewan, tak perlu takut dari sisi manusianya. Memang ini sangat menular di kesehatan hewan,” jelas Budi.

“Misalnya Covid-19 dari kelelawar lompat ke manusia, lalu flu burung dari hewan unggas ke manusia. Kalau kuku dan mulut ini tidak, hanya di hewan,” tambah dia.

Dalam laman Kominfo Jawa Timur disebutkan, hasil pengujian laboratorium di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, di 4 kabupaten di Provinsi Jatim, yaitu Gresik, Lamongan, Mojokerto, dan Sidoarjo, telah terkonfirmasi positif kasus penyakit hewan baru, yaitu foot and mouth disease atau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Terkait dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, saat ini Jatim tanggap darurat PMK. (jawapos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga