oleh

Imigrasi Bali Proses Hukum Bule yang Foto Bugil di Pohon Sakral

BALIAlina Fazleeva, wanita asal Rusia yang menghebohkan jagat maya karena berfoto bugil atau telanjang bulat di pohon berusia 700 tahun di kawasan suci Pura Babakan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, akhirnya ditangani pihak kepolisian.

Atas ulahnya, kini wanita bule tersebut diserahkan ke Imigrasi Bali.

Bersama suaminya, Alina menyerahkan diri ke Kantor Polsek Marga Tabanan, pada Rabu (4/5) malam. Usai diperiksa lebih dari sejam, dia langsung diarahkan ke Direskrimsus Polda Bali.

Kasubdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Nanang Prihasmoko membenarkan telah memeriksa Alina.

Dikatakannya, Kamis (5/5) siang, usai diperiksa wanita itu langsung diserahkan ke pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Denpasar.

“Sudah dilimpahkan penanganannya ke Imigrasi,” kata Nanang, Kamis (5/5) siang.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk dalam keterangan persnya menyatakan, setelah video bugil di tempat suci itu viral, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Bahkan saat itu telah dibentuk sebuah tim khusus dari Kanwil Kemenkumham Bali dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk langsung mencari data dan informasi di lapangan.

“Bukan hanya mencari data dan informasi, tim juga langsung mendatangi alamat tempat tinggal WNA tersebut namun yang bersangkutan tidak ada di tempat alias tempat tinggalnya sudah kosong,” katanya.

Kini pihak Imigrasi Denpasar memeriksa Alina untuk diputuskan langkah hukum yang diterimanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Bali kembali dihebohkan dengan wanita bule yang membuat video pose telanjang di kawasan suci.

Wanita dengan nama akun Instagram @alina_yogi membuat video dengan pose bugil di bawah pohon kayu putih yang telah berusia 700 tahun.

Pohon tua itu tepat berada di belakang Pura Babakan, Tabanan.

Postingan videonya itu pun dikecam oleh sejumlah netizen di Bali karena dianggap menodai kawasan suci yang ada di Bali.

Penggiat media sosial, Ni Luh Djelantik salah satu orang yang secara keras mengecam aksi tak terpuji WNA tersebut.

Lewat media sosial Facebook dan instagramnya, Ni Luh Djelantik pun mengungkapkan kekesalannya tersebut.

“Habis turis nari telanjang di Gunung Batur, sekarang ada lagi kayak beginian. Kamu tahu pohon Kayu putih yang telah berusia 700 tahun ini terletak di belakang Pura Babakan? Artinya apa? Pura ini masuk dalam lingkungan tempat suci. Kalau mau meditasi atau selfi silakan. Maksudmu apa? Demi konten? Kesucian pura jadi tercemar karena kelakuanmu,” tulisnya dalam postingannya tersebut.

Ni Luh Djelantik juga menandai sejumlah pihak dalam postingannya itu. Mulai dari pihak imigrasi, kepolisian Polda Bali, Polres Tabanan, hingga Kemenkumham.

“Please cek izin tinggalnya pak. Cek juga izin usahanya. Kalau terbukti melanggar, deportasi aja daripada bikin leteh Bali,” pungkasnya. (pojoksatu-red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga