FK3I Soroti Persoalan Sampah yang Melonjak Setiap Idul Adha, Serukan Kurban Tanpa Plastik 

FK3I Soroti Persoalan Sampah yang Melonjak Setiap Idul Adha, Serukan Kurban Tanpa Plastik 
Warga memasukan daging hewan kurban ke dalam wadah guna ulang dan ramah lingkungan di Masjid At-Taqwa, Jalan Sunda, Gg. Cibunut, RW 07, Kelurahan Kebon Pisang, Kota Bandung, Rabu (27/5/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) soroti persoalan sampah pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M.

Koordinator FK3I Nasional, Dedi Kurniawan mengatakan, pentingnya semua pihak peduli terhadap lingkungan, khususnya pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar tidak menggunakan plastik.

“Persoalan Sampah merupakan persoalan yang serius bagi kita. Di sisi lain produksi sampah semakin hari terus bertambah dan upaya pengurangan masih lambat,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga:Diduga Lalai, Pemotor Tewas Tabrak Tiang Listrik di Kemang BogorPHE, ExxonMobil, SK Innovation dan SK Earthon Tandatangani Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korsel

Menurut Dedi, upaya pengurangan penggunaan plastik masih lambat, akibat karena kurang tegasnya kebijakan pemerintah.

“Selain itu, minimnya kesadaran dan tidak optimalnya rencana strategis kebijakan, yang akhirnya mengakibatkan sampah sebagai masalah yang tak kunjung selesai,” bebernya.

Dedi juga mengakui, jika timbulan sampah plastik sampai saat ini memang masih menjadi masalah serius, apalagi ketika momen Hari Raya Idul Adha, yang mayoritas pelaksanaan menggunakan kantung plastik untuk membagikan daging kurban.

“Dalam momentum ibadah kurban, kami FK3I menyerukan kegiatan pelaksanaan dengan minimal mengurangi penggunaan sampah plastik,” ujarnya.

“Dimana regulasi pelarangan sampah plastik sudah dikeluarkan, akan tetapi implementasinya masih nol besar,” lanjut Dedi.

Dalam hal ini, FK3I serukan Kurban Asik Tanpa Plastik menggunakan cara apapun, misalnya pembagian daging dengan membawa wadah masing-masing dari rumah.

Kemudian bisa menggunakan bahan mudah terurai, seperti daun pisang dan anyaman bambu atau metode lain, sehingga terbangun kebiasaan positif pengurangan palstik.

Baca Juga:Kebijakan Ekspor Satu Pintu Dinilai Bisa Perbaiki Transparansi dan Dongkrak Penerimaan NegaraOJK Warning Modus Baru, Jasa Pelunasan Pinjol Minta Biaya di Awal

“Kami pun melakukan praktik kampanye tersebut melalui penitipan dan penyaluran hewan kurban berbahan ramah lingkungan,” ucap Dedi.

“Untuk warga sekitar lokasi penyembelihan, kami siapkan kupon buat warga terdekat dengan cara antri membawa wadah masing-masing dari rumah,” tambahnya.

Dedi menyampaikan, pada pelaksanaan kurban FK3I juga fokus membagikan daging kepada para pemulung sampah plastik di sekitar lokasi TPS di Pasar Gedebage, dengan pembagiannya menggunakan bahan ramah lingkungan anyaman bambu.

“Semoga kegiatan ini terus bisa kami laksanakan di tahun depan, dimana ini merupakan tahun ke-8 pelaksanaan kurban tanpa palstik,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar