Kumpulan Puisi Ibu Kartini, Singkat Tapi Penuh Makna

 

Puisi 4

 

BAGIMU SRIKANDI

 

Tanah jawa sang tanah para pujangga

Tak lekang mengais kata

Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita

Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

 

Tabir kecantikan menghiasi wajah

Menghela cinta di balik pasrah

Perempuan kau jadikan anugerah

Bukan sebagai alat segala nafsu

 

Wahai Srikandi,

Kau berjuang dari balik keayuan

Menuang keanggunan diantara impian

Untuk kebebasan, untuk keseteraan

 

Puisi 5

PEJUANG PERUBAHAN BANGSA

 

Ibu yang bijak menata kehidupan

Menjalani masa dengan cita dan impian

Agar Putri bangsa tak sekedar penghias

Tak sekedar pemandangan

 

Pejuang perubahan bangsa

Pejuang dari kaum hawa

 

yang terus memperjuangkan martabat kaum hawa

 

dengan segala ilmu pengetahuan

 

kau genggam ilmu itu

kau sebarkan untuk perempuan lain

agar terus berkarya

dan membela bangsa ini

 

Puisi 6

EMANSIPASI WANITA INDONESIA

 

Raden Ajeng Kartini

Kau lahir pada masa penjajahan

tumbuh menjadi sosok perempuan yang elok

berparas nan cantik dan berakal budi yang baik

 

Akal budimu menjelajah dunia

Membawa dunia di tangan hawa

Agar sejajar diantara kaum adam

Kau perjuangkan martabat kaum hawa

 

Untuk perempuang yang terkungkung

Terkekang oleh jiwa jiwa yang terpenjara

Kau bebaskan mereka dengan pengetahuanmu

 

Puisi 7

BAGIMU SRIKANDI

 

Tanah jawa sang tanah para pujangga

Tak lekang mengais kata

 

Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita

Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

 

Tabir kecantikan menghiasi wajah

Menghela cinta di balik pasrah

Perempuan kau jadikan anugerah

Bukan sebagai alat segala nafsu

 

Wahai Srikandi,

 

Kau berjuang dari balik keayuan

Menuang keanggunan diantara impian

Untuk kebebasan, untuk keseteraan

Namamu abadi di tangan masa

Atas jasa dan impian serta asa

Membawa kaum hawa pada kemerdekaan

 

Itulah engkau wahai sang putri bangsa

Tak peduli jiwa yang rapuh

Tetap mengayuh tanpa mengaduh

Hingga kehendak menjadi cita

Agar Perempuang tetap menjadi manusia

 

Qodrat tetaplah kodrat

Namun jiwa tak bisa dikekang

Begitulah cinta di balik karya tuhan

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan