Ributkan Warisan, Kakak Adik Bersimbah Darah Duel Pakai Celurit

Salah seorang korban perkelahian adik-kakak tertunduk lesu saat diperiksa di Mapolsek Indihiang, Rabu (09/03/22). (istimewa)
Salah seorang korban perkelahian adik-kakak tertunduk lesu saat diperiksa di Mapolsek Indihiang, Rabu (09/03/22). (istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYAPermasalahan warisan, sepertinya sering menjadi pemicu hubungan persaudaraan merenggang, bukan hanya merenggang, bahkan di Tasikmalaya dua orang kakak adik duel nyaris saling bunuh menggunakan celurit karena meributkan masalah warisan.

Peristiwa yang menggegerkan warga tersebut terjadi di Kampung Gunung Cihcir, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota tasikmalaya pada Rabu (09/03) siang sekira pukul 14.00 WIB.

Kedua kakak beradik ini berduel sambil membawa senjata tajam (sajam), untungnya sempat diketahui warga, sehingga langsung dilerai, sehingga tidak sampai ada korban yang meninggal. Meski begitu, keduanya telah bersimbah darah sama-sama mengalami luka dan mendapat pertolongan medis.

Baca Juga:Rayakan Ulang Tahun, Suga BTS Sumbangkan Rp1,1 miliar untuk Korban KebakaranJawa Barat Kembali Jadi Provinsi Terbanyak Angka Kasus Harian COVID-19

Kedua belah pihak yang bertikai adalah DR (48) warga Gunung Cihcir, dengan adiknya, WA (42), warga Kampung Johor Utara, Desa Karangwetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Kapolsek Indihiang, Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Didik Rohim Hadi membenarkan adanya informasi peristiwa perkelahian ini.

Kakak adik yang bertikai ini dilerai pihak RT dan warga setempat, sehingga tak sampai ada korban jiwa. Petugas Polsek Indihiang mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan kakak beradik yang duel hingga keduanya mengalami luk-luka.

“Jadi awal kejadian DR dan WA ini adalah saudara kandung ada permasalahan keluarga. WA datang dari Karawang untuk menemui kakak kandungnya, DR terkait permasalahan rumah warisan,” paparnya.

Didik melanjutkan, permasalahan internal keluarganya ini memanas hingga DR menantang sang adik untuk datang ke Kota Tasikmalaya menuntaskan masalah tersebut.

“Pada saat mereka bertemu, karena masing–masing sudah emosi kemudian terjadilah perkelahian. Masing-masing menggunakan alat senjata tajam berupa celurit,” terangnya.

Didik menambahkan, akibat perkelahian itu, WA mengalami luka robek di telapak tangan kiri serta luka robek di bagian punggung. WA pun dibawa ke Puskesmas Bantarsari untuk mendapatkan pertolongan.

Baca Juga:Tega, Kawanan Begal Dorong Ibu Hamil dan Paksa Serahkan MotornyaPengedar Uang Palsu di Bekuk, Terungkap Dapatkan Uang Dengan Beli Online

“Sedangkan DR mengalami luka robek di bagian telapak tangan kiri. DR dibawa ke RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya,” tambahnya.

Dalam kejadian ini, pihaknya mengamankan barang bukti 1 buah samurai kecil, 2 buah celurit dan 1 buah pisau panjang. Pihaknya saat ini tengah memediasi kedua belah pihak yang bertikai agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan. (rt/rit)

0 Komentar