Melalui program ini, imbuh Kang DS, bisa menumbuhkembangkan daya beli masyarakat.
“Daya beli meningkat akan berpengaruh pada peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Bantuan pinjaman tanpa bunga ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, supaya bank emok tidak merajalela di Kabupaten Bandung,” katanya.
Ia pun berharap kepada para penerima bantuan pinjaman modal bergulir ini untuk disiplin, dengan harapan perputaran uangnya lancar.
Baca Juga:Penipuan Minyak Goreng, Pelaku IR Rugikan Korban Hingga Rp1,1 MiliarNikita Mirzani Sindir Keras Para Brand Lokal yang Mengaku Ikut PWF: Pembodohan!
“Sehingga nantinya bisa dinikmati oleh semua pelaku usaha di Kabupaten Bandung,” katanya.
Menurutnya, saat ini sudah mulai ada yang mengajukan bantuan pinjaman modal bergulir tersebut. Jika hingga bulan Mei 2022 mendatang, setelah dilakukan evaluasi terlihat bagus, disiplin dalam penyalurannya, dan perkembanganya bagus, insya Allah bisa dilakukan penambahan melalui APBD Perubahan.
“Dengan harapan pertumbuhan ekonomi cepat dan ini sesuai dengan program Pak Presiden, yaitu pemulihan ekonomi nasional. Saya sangat mendukung dan mensuport supaya pertumbuhan ekonomi lebih cepat dan meningkat. Saya tetap komitmen dan ini merupakan janji politik saya waktu kampanye, dan saat ini dilaunchingkan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat dan berkah. Supaya masyarakat Kabupaten Bandung lebih sejahtera,” katanya.
Kang DS menuturkan, minimal pinjaman dana bergulir sebesar Rp 2 juta per pelaku usaha, dan maksimalnya bank yang menilai dan menganalisa.
“Apabila, para pengusaha ini lebih meningkat, bank diharapkan bisa memberikan pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat). Supaya para pelaku usaha di Kabupaten Bandung lebih cepat pertumbuhan ekonominya,” ungkapnya.
Bupati Bandung berharap para pelaku UKM yang sempat terpuruk bisa bangkit lagi dan bisa melakukan kegiatan usaha lagi.
“Yang pada akhirya, usahanya bisa lebih berkembang dan sukses,” pungkas Kang DS. (yul)
