JAKARTA – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dipastikan akan mendapat pelatihan bela negara dari TNI AD.
Itu setelah KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menggelar pertemuan di Mabes TNI AD, Rabu (2/3).
Kepastian tersebut disampaikan TNI AD melalui keterangan yang dikutip pada Jumat (4/2).
Baca Juga:KPK Belum Bisa Tangani Pelaporan 2 Putra JokowiBelum Ada Titik Terang, Pemerhati Lingkungan Kembali Soroti Sampah di Pasar Parakan Muncang
Kendati demikian, tidak dijelaskan kapan pastinya pelatihan bela negara untuk GP Ansor itu digelar.
“Juga dibahas tentang peluang dilakukannya kegiatan pelatihan bela negara bagi GP Ansor dan Banser oleh TNI AD di masa yang akan datang,” demikian menurut keterangan.
Gus Yahya menyampaikan, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) selama ini memiliki kesamaan pandangan dengan TNI AD dalam menjaga keutuhan NKRI.
Ia juga menyampaikan bahwa agama Islam tidak semestinya dijadikan alat untuk memecah belah bangsa.
Justru sebaliknya, umat Islam juga jangan mau dan mudah dipecah belah.
“Agar bisa bersama-sama dan bersinergi dengan TNI AD untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” kata Yahya.
Pertemuan antara Gus Yahya dan Jenderal Dudung itu merupakan bentuk keakraban antara kiai dan santri.
Baca Juga:Berorientasi Ramah Lingkungan, Pembiayaan BRI Pada Sektor Renewable Energy Tumbuh 19.1%ART Berusia 13 Tahun Tidak Pernah Digaji Oleh AKBP M, Hanya untuk Disetubuhi
Sebab katanya, Jenderal Dudung pernah menjalani hidup sebagai santri di masa mudanya.
Diketahui, GPAnsor merupakan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang kepemudaan dan kemasyarakatan. GP Ansor sudah berdiri sejak Muktamar NU ke-9 pada tanggal 24 April 1934 di Banyuwangi. (pojoksatu-red)
