Jabar Ekspres – Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan sikap tegas terhadap proses pendaftaran Sekolah Manusia Unggul (Maung). Ia bakal memberhentikan kepala sekolah jika terbukti ada praktek titipan.
Hal itu diungkapkan Senin (25/5). Ia menjelaskan, pendaftaran Sekolah Maung dimulai Hari ini. “Mulai Tanggal 25 Mei sampai 29 Mei, sekolah Maung dilaksanakan pendaftaran calon siswa, ” katanya.
Ia melanjutkan, sekolah itu dirancang untuk para insan yang memiliki potensi unggul. Sehingga tidak diperkenankan ada praktek titipan dalam bentuk apapun.
Baca Juga:Hujan Disertai Angin Kencang Rusak 90 Rumah di Rumpin BogorHujan Deras Picu Luapan Kali Cijayanti, 138 Rumah di Babakan Madang Terendam
“Ini adalah anak-anak yang punya kualifikasi unggul, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Jadi tidak boleh ada titipan dari siapa pun, atas nama apa pun, dan untuk kepentingan apa pun, ” tegasnya.
Karena itu ia menegaskan kepada seluruh pihak untuk menjaga integritas. Bahkan pihaknya juga tidak segan untuk memberikan sanksi tegas bagi yang melenceng.
“Saya minta kepada seluruh jajaran kepala sekolah dan seluruh stafnya untuk menjaga integritas, menghindari berbagai praktik yang bertentangan dengan prinsip keunggulan itu sendiri. Dan saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji, ” katanya.
Dedi Mulyadi juga menyampaikan peringatan tegas kepada pihak yang berupaya menitipkan. Ia akan memproses secara hukum pihak yang terlibat.
“kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri, ” jelasnya.
Sementara itu, Sekolah Maung yang dibuka tahun ini ada 41 sekolah. Itu terdiri dari 28 SMA dan 13 SMK di Jawa Barat.(son)
