Ridwan Kamil Ingin Perguruan Tinggi Jabar Ciptakan Program Studi Kekinian

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginginkan kepada civitas akademi di setiap perguruan tinggi di Jawa Barat agar membuka prodi-prodi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurut Ridwan Kamil di era transformasi digital mahasiswa harus dibekali dengan program-program digital marketing, teknologi media sosial atau ilmu yang disesuaikan dengan revolusi 4.0.

Program studi kekinian ini layak diadakan oleh setiap perguruan tinggi. Mengingat peluang kerja ke arah revolusi digital semakin terbuka lebar dan sangat dibutuhkan ke depannya.

”JAdi saya  berharap untuk para dosen di perguruan tinggi se-Jabar dapat menyiapkan skema terbaik saat memberikan pembelajaran,”kata Ridwan kamil dalam keterangannya, di Kota Bandung, (9/2)

Dia menilai, di masa yang akan datang seorang pengajar bukan saja menjadi distributor ilmu, tetapi harus mampu memilah ilmu untuk diberikan kepada mahasiswanya.

Revolusi digital dengan ekonomi 4.0,sangat memungkinan dapat merubah pola hidup manusia. Sehingga, kondisi ini harus segera direspon dengan cepat dan langsung beradaptasi.

”Kalau perguruan tinggi pandai beradaptasi, maka mimpi Indonesia negara maju, sebagian besar disumbang dari SDM yang diproduksi oleh perguruan tinggi, khususnya di Jabar,” ujar Kang Emil panggilan akrab Gubenur Jabar.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah perguruan tinggi di Jabar sudah mencapai 450, jumlah ini dirasakan sangat cukup untuk menampung seluruh masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi

Menurutnya, jumlah ini berbanding lurus dengan jumlah penduduk Jabar yang terbanyak di Indonesia.

Sebagai persiapan menuju negara maju pada 2045, Indonesia saat ini dipercaya sebagai presidensi karena di G-20.

Dengan begitu, Jawa Barat merupakan poros  utama dalam menunjang dunia pendidikan di Indonesia.

Hal itu dapat terwujud asalkan para stakeholder dan dosen siap merespons adaptasi kebiasaan baru pascapandemi COVID-19.

Ridwan Kamil optimis, keberadaan perguruan tinggi di Jawa Barat mampu bersaing dan masuk dalam kategori perguruan tinggi terbaik di dunia.

Hal ini bisa saja terjadi jika perguruan tinggi di Jabar dapat merespons perubahan-perubahan zaman.

”Yang sekarang sudah datang, yaitu disrupsi pemanasan global dengan konsekuensi energi hijau dan ekonomi hijau,” pungkas Kang Emil. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan