Viral!, Aksi Pemukulan Terhadap Pelajar Perempuan Ramai di Medsos

Tangkapan layar video yang menunjukkan pemukulan yang dilakukan seorang siswa terhadap pelajar perempuan.
Tangkapan layar video yang menunjukkan pemukulan yang dilakukan seorang siswa terhadap pelajar perempuan.
0 Komentar

LUWUK – Video aksi pemukulan yang dilakukan oleh seorang pelajar laki-laki terhadap pelajar perempuan sedang viral di media sosial.

Video berdurasi 7 detik itu didugameterjadi di depan kelas MIPA 7, SMAN di Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Dari informasi yang beredar, diketahui aksi pemukulan tersebut dilakukan oleh siswa SMAN 1 Luwuk, terlihat dari lambang alokasi diseragamnya.

Baca Juga:PT KAI Sebut Ada Pihak yang Hembuskan Isu Negatif Terkait Pembangunan Masjid di Jalan Cihampelas 149Sekcam Cimanggis Harap Bansos KDS Dimanfaatkan Sesuai Kebutuhan

Dan diduga pula video tersebut diambil sejak dua tahun lalu tepatnya tahun 2020, namun video tersebut baru beredar saat ini.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang siswa yang tidak mau disebutkan identitasnya.

“Benar itu di SMAN 1 Luwuk terlihat dari lambang sekolahnya dan kejadian tersebut sudah lama, dilakukan pelajar angkatan 2020 SMAN 1 Luwuk,” kata sang siswa.

Meski tidak diketahui apa penyebab awal dari aksi pemukulan tersebut, namun dari rekaman video tersebut terlihat pada akhirnya siswa lain yang melihatnya langsung memisahkan kedua pelajar yang berseteru tersebut.

Kepala SMAN 1 Luwuk Muhammad Samsir, sama sekali belum memberikan tanggapan soal kasus pemukulan tersebut, padahal diduga kasus tersebut terjadi disekolahnya dan dilakukan oleh siswanya.

Sebelumnya aksi kekerasan memang sedang marak terjadi di wilayah Luwuk. Salah satunya adanya aksi tawuran antarpelajar di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Salah satunya tawuran yang terjadi antara SMK Negeri 2 dengan MA Negeri Luwuk pada Kamis (27/1) lalu.

Baca Juga:Sandiaga Uno Beberkan 3 Potensi Bisnis di Masa DepanPasien Covid-19 di RSUD AL Ihsan Alami Peningkatan

Kapolsek Luwuk AKP Candra mengatakan karena sering terjaidnya aksi tawuran maka ia berpesan kepada guru di sekolah bisa turut andil dalam memberikan masukan kepada para siswanya.

“Kami juga mengimbau para guru agar ikut aktif memantau siswanya setelah selesai melaksanakan proses PTM agar langsung kembali ke rumah,” pungkasnya. (rdr/rit)

0 Komentar