oleh

SMAN 22 Bandung Palak Siswa yang Mutasi Rp 10 Juta, Saber Pungli Jabar: Ternyata Bukan Satu

“Barang bukti sudah ada ditangan Saber Pungli, dengan alasan sumbangan. Saat diperiksa pun Wakepsek itu mengaku memintai menarif siswa berdasarkan sepengetahuan Kepala Sekolah,” tambahnya.

Dia menegaskan, memintai sumbangan kepada siswa jelas tidak boleh dilakukan oleh seorang guru. Sebab itu bukan ranahnya. Terlebih telah dituangkan dalam Pergub 43 Tahun 2020.

“Jadi yang namanya sumbangan bukan di ranah guru, itu ranahnya di komite. Jadi guru tidak boleh berbicara uang. Sudah tidak ada lagi di Jabar. Iuran-iuran sudah tidak ada,” tegasnya.

Baca Juga:  Disdik Jabar Siapkan Sanksi Kepada Oknum yang Lakukan Pungli di SMA 22 Kota Bandung

Pihaknya menekankan siswa yang mutasi tidak boleh dimintai sumbangan, sebab hal tersebut tidak ada dasar hukumnya.

“Khusus untuk Jabar tidak ada sumbangan. ini tidak ada dasar hukumnya siswa mutasi dimintai uang. Baik itu persyaratan umum maupun khusus. Tidak ada biaya administrasi apapun. Apa bila ada pelanggaran itu maka akan di kenakan sanksi,” cetusnya.

Untuk menindaklanjuti atas pungutan liar di SMAN 22 Bandung ini Saber Pungli langsung akan menggelar yustisi. Sehingga nantinya kasus ini akan dilimpahkan ke pihak APH atau inspektorat. (win)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga