SMPN di Kota Bandung Terapkan Jadwal per Sesi di PTM 100 Persen

BANDUNG – Hari pertama Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di Kota Bandung mengundang antusiasme para siswa maupun tenaga pendidik.

Seperti di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 43 Bandung, terlihat dari pantauan Jabar ekspres,siswa di sekolah tersebut sangat antusias untuk mengikuti pembelajaran di semester genap yang dimulai pada Senin (10/1).

Menurut salah seorang siswa kelas 7A SMPN 43 Bandung, Ahmad Fadilah mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya metode PTM dibandingkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Senang masuk sekolah dibanding daring lebih senang PTM, karena PTM bisa berkomunikasi dengan teman dan materi PTM lebih nyerap dibanding daring (PJJ),” ungkapnya saat ditemui di SMPN 43 Bandung, Senin (10/1).

Maka dengan adanya kembali metode PTM ini, ia berharap kegiatan tersebut bisa terus berlangsung untuk ke depannya.

“Semoga lanjut terus (PTM) dan Covid-19 menurun,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, menurut Kepala Sekolah SMPN 43 Bandung, Khaerawati menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan PTM 100 persen ini, terdapat 886 siswa dari 28 rombongan belajar yang mengikuti pembelajaran. Para siswa yang datang akan mengikuti pembelajaran dengan diatur per sesi.

“Sekarang pagi-pagi jam 07.00 WIB untuk kelas 9 sampai jam 11.20 WIB, hanya 6 jam pelajaran 40 menit. Setelah itu jam 7.40 WIB kelas 8 datang, yang terakhir jam 8.20 Wib kelas 7 baru datang. Pulangnya beda, tidak ada satu sesi semua anak datang ada jeda termasuk pulang berurutan,” jelasnya.

“Jadi total semuanya itu tiga sesi (kegiatan PTM) dari pagi sampai siang,” imbuhnya.

Bahkan ia juga menuturkan, pihak sekolah sudah menugaskan para guru di lapangan untuk mengantar anak yang hendak ke toilet dan mengawal saat hendak pulang.

Khaerawati juga menambahkan, pihaknya meminta guru agar tidak membuka peluang jeda di ruang kelas dan tidak memberikan waktu istirahat kepada siswa. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kerumunan yang berisiko meningkatkan penyebaran Covid-19 di lingkungan Sekolah.

“Jadi itu pengaturan kita (SMPN 43 Bandung) dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

(Mg4/wan).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan