SOREANG – Suasana haru mewarnai pisah sambut pergantian Kapolresta Bandung dari Kombes Pol Hendra Kurniawan kepada Kombes Pol Kusworo Wibowo, di Mapolresta Bandung, Soreang, Kamis (6/1).
Usai pelaksanaan prosesi Apel Pisah Sambut Kapolresta Bandung, dilanjutkan pengalungan bunga dan Pedang Pora pelepasan pejabat lama, haru dan tangis seluruh personel pecah saat mantan orang nomor satu di Polresta Bandung itu mengucapkan salam perpisahan terakhir sambil satu persatu menyalami.
“Terimakasih ya, terimakasih semuanya, saya pamit,” ujar Hendra Kurniawan, sebelum menaiki dan menyopiri sendiri kendaraan jenis Land Rover warna hitam yang sudah menunggunya di gerbang Mako Polresta Bandung.
Baca Juga:Hengky Kurniawan Resmikan Jalan Gunung Bentang.PSI Minta Pemkot Bandung Beri Atensi Khusus pada Alun-Alun Bandung
Hendra mengaku sangat berkesan saat menjalankan tugasnya sebagai Kapolresta Bandung selama 2 tahun 1 Bulan dan 6 Hari.
“Saat tiba di Polresta Bandung, awal tahun pertama itu saat-saat yang berat karena Pandemi Covid-19. Kemudian lanjut tahun kedua kita juga disibukan dengan program vaksinasi. Tapi Alhamdulillah, berkat kerjasama dari semua pihak, masyarakat dan tentu rekan-rekan medua, semua itu bisa kita hadapi dan lewati bersama,” ungkap Hendra.
Saat ditanyakan kesan-kesan kebersamaannya dengan rekan media Pokja Polresta Bandung, Hendra mengaku beberapa momen yang dirasakan, diantaranya komunikasi sangat baik, namun ada satu moment yang membuat posisi dilematis.
“Bawaannya yang tenang namun diimbangi dengan langkah dan upayanya yang terukur, membuat semua kasus viral dan menonjol yang terjadi di Kabupaten, semuanya bisa diungkap. Termasuk kolaborasinya dengan TNI dalam mengungkap dengan cepat kasus laka lantas di Nagreg pada akhir tahun 2021 silam,” kata Hendra.
“Momen dilematis bagi saya, saat Covid sedang tinggi-tingginya dulu, kita kan hampir setiap minggu ekspos pengungkapan kasus. Saya sedikit pusing mengatur rekan-rekan media untuk jaga jarak,” tambahnya.
Dengan kebersamaan itu lanjut Hendra, akhirnya ia juga berhasil lulus Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi atau Sespimti saat menjabat di Polresta Bandung.
“Jadi pada prinsipnya bukan saya yang hebat, tapi masyarakat Kabupaten Bandung yang hebat karena meski dalam kondisi berat akibat Pandemi, tetap bisa menciptakan suasana yang kondusif,” paparnya.
