oleh

Banyak Polisi Tidur Dibuat Sembarangan, Dishub Kota Bandung: Harus Izin Dulu

BANDUNG – Jalanan di Indonesia sudah tidak asing dengan adanya polisi tidur atau pembatas kecepatan. Bahkan tidak jarang beberapa polisi tidur dibangun tanpa menyesuaikan spesifikasi dan izin dari Dinas Perhubungan (Dishub).

Kepala Seksi Perlengkapan Jalan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Sudrajat mengatakan bahwa bagi masyarakat yang akan membuat polisi tidur atau pembatas kecepatan harus ada izin terlebih dahulu.

“Jadi, memang masyarakat yang ingin memasang, atau ingin membuat pembatas kecepatan memang perlu berkoordinasi dalam hal ini izin dulu terhadap Dishub,” ujar Sudrajat saat ditemui pada Selasa, (21/12).

Pihaknya menjelaskan bahwa pemasangan polisi tidur atau pembatas kecepatan sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 67 Tahun 2018 atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan dan Peraturan.

“Pemasangan pembatas kecepatan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Seperti pengulangan polisi tidur yang memerlukan manajemen khusus,” katanya.

Banyaknya polisi tidur tidak beraturan, Sudrajat menuturkan bahwa kondisi saat ini menjadi dilematis bagi Dishub. Pasalnya, kata dia, adanya polisi tidur bisa mencegah kendaraan mengebut.

“Sementara disatu sisi juga kenyamanan. Apalagi kendaraan roda dua, terus membonceng ibu hamil, atau yang sakit itu kan terkendala juga,” jelasnya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa jika kondisi jalan memiliki arus lalu lintas yang padat, perlu kehati-hatian dalam menerapkan pembatas kecepatan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.