Disnakertrans Jabar Lepas 19 KK Calon Transmigran

BANDUNG – Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melepas 19 Kepala Keluarga (KK) calon transmigran asal Jabar.

Ka disnakertrans Jabar Rachmat Taufik Garsadi mengatakan, dari 19 KK itu ditempatkan kedua daerah. Kabupaten Simeulue Provinsi Nangroe Aceh Darussalam 13 KK dan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah 6 KK.

“Tahun 2021 ini Jabar mengikuti program transmigrasi. Seharusnya kita mempunyai kuota 45 orang. Namun karena adanya pandemi di pangkas menjadi 19 KK,” ucap Taufik di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (13/12).

Taufik menuturkan, transmigran Jabar sangat diminati daerah lain. Pasalnya, di samping kreatif mampu cepat untuk berbaur dengan masyarakat sekitar.

“Transmigran kita sangat diminati se-Indonesia. Yang banyak mengintai itu daerah Kalimantan Tengah, Aceh dan Sulaweusi Tengah. Mereka lun sudah mempunyai keyakinan dan kemampuan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pemberangkatan penempatan di Kabupaten Simeulue Provinsi nangroe aceh Darussalam akan diberangkatkan dengan dua kloter pemberangkatan, kloter pertama pada tanggal (16/12) dan kloter berangkat pada (18/12).

“Seluruh keberangkatan dilakukan melalui jalur udara melalui Bandara Cengkareng, Tangerang,” jelasnya.

Sebelum penempatan, lanjut dia, para transmigran telah mendapatkan pembekalan, baik softskill maupun hardskill. Pembekalan dan pelatihan telah dilaksanakan selama 7 hari.

Pola transmigrasi yang diterapkan di dua lokasi penempatan transmigrasi ini adalah pola pertanian. Lokasi transmigrasi memiliki karakteristik tanah lahan pertanian basah.

“Untuk Lahan Pekarangan (LP) dapat ditanami sayuran, serta Lahan Usaha (LU) untuk bercocok tanam,” lanjutnya.

Dilokasi penempatan, ungkap dia, transmigran difasilitasi sandang (pakaian untuk digunakan dilapangan), pangan, papan (rumah tempat tinggal) juga jatah hidup sesuai waktu yang ditentukan berdasarkan MOU dengan daerah penempatan.

Selain itu setiap keluarga transmigran akan mendapatkan bantuan uang kadedeuh dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan CSR dari PT. Bank BJB senilai Rp4.000.000.

Tak hanya itu, bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk kelompok transmigran penempatan di kabupaten Simeulue 2 unit soundsystem wireless portable dan 1 unit genset.

“Untuk kelompok transmigran penempatan di Kabupaten Kapuas mendapat bantuan 10 unit Handtractor dan 4 unit genset,” pungkasnya. (win)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan