Taylor Swift Kembali Berurusan Dengan Pengadilan, Ini Masalahnya

TAYLOR SWIFT kembali harus berurusan dengan pengadilan, pasalnya dia kembali harus menghadapi gugatan pelanggaran hak cipta dari penulis lagu “Shake It Off”.

Sean Hall dan Nathan Butler mengklaim penyanyi pemenang Grammy itu meniru lirik lagu ciptaannya.

Hakim Distrik A.S. Michael W. Fitzgerald dalam keputusannya yang dikeluarkan kamis (9/12) menolak permintaan Swift untuk membatalkan gugatan yang mengatakan dia mencomot kata-kata dari lagu “Playas Gon’ Play” dari girl grup R&B 3LW yang rilis pada 2014.

Fitzgerald mengatakan ada “beberapa perbedaan mencolok” di antara lagu-lagu itu, tetapi juga “cukup kesamaan objektif” sehingga kasus tersebut harus dibawa ke pengadilan.

“Meskipun Tergugat telah membuat argumen penutup yang kuat untuk juri, mereka belum menunjukkan bahwa tidak ada masalah nyata dari fakta yang dapat diadili,” tulis hakim dikutip dari Reuters.

Juru bicara Taylor Swift tidak mau berkomentar. Pada tahun 2017, perwakilannya menyebut klaim para penulis lagu tentang pelanggaran hak cipta itu “konyol” dan “tidak lebih dari perampasan uang.”

Dalam “Shake It Off”, Taylor Swift bernyanyi, “the players gonna play, play, play, play, play, and the haters gonna hate, hate, hate, hate, hate.”

“Playas Gon’ Play,” yang ditulis oleh Sean Hall dan Nathan Butler, menyertakan lirik “players, they gonna play, and haters, they gonna hate.”

Hall dan Butler mengatakan kombinasi playas atau “players” dengan hatas atau “haters” adalah hal unik yang digunakan dalam lagu mereka. Pasangan ini mencari ganti rugi yang besarannya tidak disebutkan.

Kasus mereka telah dibatalkan pada tahun 2018 tetapi pasangan itu mengajukan banding dan gugatan dihidupkan kembali.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan