“Poin konklusi selanjutnya adalah semua bidang ilmu adalah saling berkaitan. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari bidang-bidang lain sesuai minat supaya dapat mengembangkan sistem yang lebih luas. Oleh karena teknologi Artificial Narrow Intelligence sudah mulai menyamai kemampuan manusia secara khusus dalam bidang tertentu,” paparnya.
Suyanto diamanahi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Guru Besar atau Profesor Guru Besar Bidang Ilmu Kecerdasan Buatan Fakultas Informatika Telkom University, berdasarkan surat keputusan NOMOR 79979/MPK.A/KP.05.01/2021 tentang kenaikan jabatan akademik dosen.
Suyanto aktif mempublikasikan hasil penelitiannya dalam jurnal maupun konferensi. Hingga saat ini Ia sudah menghasilkan 94 publikasi ilmiah internasional yang terindeks Scopus dan Scimago, di mana 21 diantaranya dalam bentuk jurnal internasional bereputasi dan 73 lainnya dalam prosiding internasional dan book chapter.
Baca Juga:Meski AS Roma Berhasil Menang, Jose Mourinho Kurang PuasInggris Terapkan Aturan Ketat, Buntut Merebaknya Kasus Covid-19 Varian Omicron
Berdasarkan hasil publikasinya tersebut, Suyanto memiliki h-index Scopus 14, yang membuat nama Beliau masuk dalam Daftar 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh yang diterbitkan oleh Stanford University dan Elsevier BV, bulan Oktober 2021. Selain itu, Beliau telah mendaftarkan 8 paten, mendapatkan 22 hak cipta, dan menerbitkan 10 buku ajar yang semuanya berkaitan dengan bidang Artificial Intelligence.
Suyanto juga menyampaikan bahwa Guru Besar ini bukanlah titik finish. Melainkan titik start untuk berlari lebih cepat serta titik awal untuk berkarya lebih banyak.
“Bagi saya guru besar merupakan Titik awal untuk hilirisasi hasil-hasil penelitian secara lebih kencang. Titik awal dalam memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat. Untuk bangsa Indonesia. Untuk dunia,” tutupnya. (yul)
