Mediasi Deadlock, DPRD KBB Persilakan Konsumen Emeralda Resort Tempuh Jalur Hukum

Mediasi Deadlock, DPRD KBB Persilakan Konsumen Emeralda Resort Tempuh Jalur Hukum
Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha saat memperlihatkan surat yang dikirim oleh pihak pengembang Emeralda Resort Padalarang. Senin (11/5). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mediasi sengketa Perumahan Emeralda Resort di DPRD Bandung Barat kembali buntu setelah CEO PT YanPro Land, Yana Priatna, tidak menghadiri pertemuan untuk ketiga kalinya.

Ketidakhadiran pihak pengembang membuat mediasi antara konsumen dan developer kembali gagal menghasilkan kesepakatan. Dalam agenda yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu, Yana Priatna hanya mengirimkan surat terkait alasan ketidakhadirannya.

Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha mengatakan, pihaknya sebenarnya kembali mengundang Yana Priatna agar hadir langsung dalam mediasi lanjutan bersama para konsumen Emeralda Resort.

Baca Juga:DPRD KBB Ultimatum Pengembang Emeralda, Yana Priatna Wajib Hadir di Mediasi TerakhirOwner Emeralda Mangkir di Mediasi, Ratusan Konsumen Murka Tuntut Uang Kembali

“Hari ini sebenarnya kami merencanakan mediasi kembali dengan mengundang saudara Yana. Namun yang bersangkutan kembali tidak bisa hadir dan hanya mengirimkan surat,” ujar Nur Djulaeha usai mediasi, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, ketidakhadiran Yana memicu kekecewaan para konsumen karena mediasi kembali berjalan tanpa titik temu. Bahkan sejumlah konsumen menilai alasan yang disampaikan pihak pengembang tidak masuk akal.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada pihak-pihak terkait bahwa ketidakhadiran Yana tentu membuat mereka kecewa. Alasannya dinilai tidak masuk akal oleh beberapa pihak,” katanya.

Karena mediasi kembali deadlock, Nur akhirnya mempersilakan para konsumen untuk menempuh jalur hukum, baik perdata maupun pidana.

“Apakah nantinya melalui jalur perdata atau pidana, itu kami persilakan karena mereka juga sudah didampingi kuasa hukum,” katanya.

Nur Djulaeha bahkan menilai dugaan unsur penipuan dalam kasus tersebut mulai terlihat dari besarnya kerugian yang dialami konsumen.

“Kalau melihat perjalanan para konsumen menyetorkan uang hingga saat ini, sebenarnya unsur dugaan penipuannya sudah mulai terlihat jelas. Data yang masuk ke saya saja sampai hari ini nilainya sudah mencapai sekitar Rp70 miliar dari 162 konsumen,” ujarnya.

Baca Juga:Developer Emeralda Resort Dilaporkan, Konsumen Tuntut Uang KembaliDugaan Penipuan Emeralda Resort, Rp62,3 Miliar Uang Konsumen Raib 

Ia juga menyoroti sikap Yana Priatna yang tidak pernah hadir dalam beberapa agenda mediasi yang difasilitasi DPRD KBB.

“Dengan tidak pernah hadirnya saudara Yana dalam setiap mediasi, menurut kami sudah terlihat adanya itikad yang kurang baik untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

0 Komentar