oleh

Disparbud Kabupaten Bandung Lakukan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Nataru

SOREANG – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan mengatakan, mengenai aturan di objek wisata saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebijakan secara regulasi dari pusat untuk objek wisata belum ada yang pasti.

Namun, pihaknya tetap melakukan antisipasi berkaitan dengan kunjungan wisatawan ke objek wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

“Jelang libur natal dan tahun baru ini, kita telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah leading sektor seperti pariwisata, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk mengantisipasi adanya lonjakan kunjungan wisata ke Kabupaten Bandung,” ungkap Wawan saat di wawancara, Kamis (2/12).

Baca Juga:  Terus Meroket, Harga Cabai Tembus Rp120 Ribu, Ayam Rp40 Ribu, Telor Rp35 Ribu

Wawan mengatakan untuk pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap objek wisata, yang pertama yaitu pengawasan dilakukan dengan berdasarkan pada regulasi yang ada.

Kedua, Wawan memohon kepada para pelaku wisata untuk disiplin terhadap ketetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun Pemda.

Ketiga, pengawasan juga bisa dilakukan melibatkan Kecamatan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), kelompok penggerak pariwisata (Kompepar) hingga masyarakat itu sendiri.

Baca Juga:  Tips Jaga Berat Badan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

“Pembatasan itu pasti akan dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 supaya masyarakat tidak terlalu bertumpuk di satu destinasi wisata,” ujarnya.

Terkait dengan sanksi jika ada objek wisata yang melanggar ketentuan, Wawan menyebut sanksi itu bersifat situasional. Ada sanksi sosial yang sifatnya mendidik dan pembinaan, serta sanksi lainnya tergantung situasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga