LEMBANG – Hari kedua Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Inovasi Desa pada Kamis (25/11), para peserta menerima pembekalan materi yang disampaikan oleh Dewi Gartika (BP2D Prov. Jabar), Arie Sudaryanto MP dan Arief Setyabudhi S.Sos yang keduanya berasal dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).
Sebagai pemateri pertama, Arie Sudaryanto, menjelaskan terkait peranan riset teknologi tepat guna dalam pengembangan inovasi lokal.
Arie Sudaryanto bukan hanya menyampaikan berbagai hasil riset teknologi yang dilakukan oleh BRIN, tetapi memperkenalkan juga hasil riset proses bisnis kaji potensi SDA pangan lokal.
Baca Juga:Taksi Sekolah Untuk SiswaCegah Kebocoran Pajak, Bapenda Launching Alat Perekam Transaksi
“Posyantek menjadi aktor penting dan memiliki peran yang sangat strategis dalam ekosistem inovasi di daerah”, tegas Arie Sudaryanto.
Sementara itu, Arief Setyabudhi yang tampil sebagai pemateri kedua, dalam paparannya menyoroti tentang industri pengolahan pangan berskala desa berbasis potensi agro sebagai pendorong Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Melalui inovasi yang dikembangkan oleh posyantek diharapkan industri pengolahan pangan lokal dapat turut menghadirkan dan meningkatkan pendapatan asli desa”, jelas Arief Setyabudhi.
Tampil sebagai pemateri terakhir pada FGD Pengembangan Inovasi Desa, Dewi Gartika, Peneliti Ahli Madya pada BP2D Prov. Jabar menerangkan tentang pengembangan inovasi desa melalui pendekatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa).
Sehari sebelumnya Rabu (24/11), Sumarwoto, Koordinator TTG Kemendesa RI menyampaikan kebijakan pengembangan teknologi tepat guna di desa.
