Tegur Pemotor di Jalan, Operator Disdukcapil Dikeroyok

Ilusrasi penganiayaan terhadap wanita 65 tahun. (Pixabay)
Ilusrasi penganiayaan terhadap wanita 65 tahun. (Pixabay)
0 Komentar

TASIKMALAYA – Seorang operator Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya yang ditugaskan di Kantor Kecamatan Cihideung menjadi korban pengeroyokan enam pemuda.

Peristiwa itu terjadi di sebuah angkringan di Jalan Ir H Djuanda, dekat Kampus LP3I, Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari, Rabu (10/11) malam.

Korban bernama Muhamad Majid Harihadi (26), warga Perum Mutiara Putra Regency Jalan Djuanda. Majid melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Indihiang, Kamis (11/11) siang.

Baca Juga:Jokowi: Negara Kita Dihargai, Tapi Saya SedihPergeseran Tanah di Makam TPU Cikutra, Pemkot Bandung Akan Segera Evaluasi

Kakak korban, Meiman Nanang Rukmana SH MH mengatakan adik bungsunya dikeroyok saat makan malam di angkringan usai pulang kerja.

Kejadiannya sekitar jam 20.30 WIB. ”Adik saya saat itu sedang mengendarai motor lewat Jalan Bantar,” ujar Meiman kepada radartasik.com ditemui di Mapolsek Indihiang, siang tadi.

”Saat itu adik saya mendapati dua pengendara motor berboncengan ngobrol berdempetan sehingga memakan hampir setengah badan jalan,” sambungnya.

Kemudian, terang dia, korban menegur pengendara motor tersebut dengan kalimat, ”Kalau mau ngobrol mah di kafe saja.”

”Lalu, adik saya ke angkringan untuk makan malam. Eh, ternyata empat pemuda yang menaiki motor itu mengejarnya. Lalu datang lagi dua pemuda naik satu motor dan langsung mengeroyok adik saya,” terangnya.

Akibatnya, tambah dia, Majid mengalami luka-luka di kepala, pengap di dada kiri, memar di kaki kirinya. Bahkan, kepala bagian kiri atas harus mendapatkan tiga jahitan.

”Akhirnya, kami bawa ke dokter untuk diperiksa dan dilaporkan kasus pengeroyokan ini ke Mapolsek Indihiang. Saya harap pelaku pengeroyok adik saya dapat segera diciduk,” ujar dia.

Baca Juga:Pengangkutan Sampah ke TPA Sarimukti Sempat Berhenti, Sampah TPS Pasar Ciwastra MenggunungNovel Baswedan Sebut Budaya Korupsi Lama Kelamaan Bisa Dimaklumi, Bahaya

Jelas dia, mulut salah seorang terduga pelaku tercium bau alkohol. Setelah korban terkapar, enam terduga pelaku yang menggunakan tiga motor metik itu langsung kabur.

”Lalu adik saya menghubungi saya dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat di sekitar lokasi. Usai divisum, kami lapor ke Polsek Indihiang,” tegas dia.

Kapolsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota Kompol Didik Rohim Hadi menyatakan telah menerima laporan dugaan pengeroyokan tersebut.

”Ya benar ada laporan dugaan penganiayaan tersebut. Korban dan keluarganya telah lapor tadi. Diduga pengeroyokan ini berawal dari kesalahpahaman,” tuturnya.

0 Komentar