Kemudian, pada pukul 10.00 hingga pukul 12.00, pihak panitia menyelenggarakan agenda rafting yang bertempat di bawah Jembatan Jurug. Dari sinilah kondisi korban semakin drop, sehingga dibawa kembali ke markas Menwa UNS.
Bukannya segera dilarikan ke rumah sakit, pihak panitia, dalam hal ini tim kesehatan lapangan malah berupaya menyembuhkan sendiri korban di markas menwa.
Puncaknya, pukul 21.50 karena kondisi korban tak lekas membaik barulah dua orang senior membawa korban ke RSUD dr Moewardi. Setibanya di rumah sakit pukul 22.02, pihak RSUD menyatakan kalau korban sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.
Baca Juga:Sukmawati Resmi Beragama Hindu dan Bergelar Ratu Niang, Begini Cita-cita SelanjutnyaPemerintah Terus Kucurkan Program Bantuan untuk Masyarakat, Begini Penjelasan Airlangga
“Sehingga sekitar 10 jam tidak ada tindakan tenaga medis terhadap korban,” ujarnya.
Pihak keluarga lantas datang pada Senin (25/10) dini hari, setelah diberi tahu oleh pihak panitia. Jenazah lantas dibawa pulang pihak keluarga pada pukul 04.00.
“Sekitar pukul 10.00, jenazah kembali dikirim ke RSUD dr Moewardi untuk dilakukan proses otopsi setelah ada ketersediaan para korban,” ungkap Ade. (atn/ria/radarsolo)
