oleh

Cegah Masyarakat Terjerat, Pinjol Resmi Turunkan Bungan Pinjaman

JAKARTA – Upaya menjauhkan masyarakat dari jerat layanan pinjaman online (pinjol) ilegal juga dilakukan penyelenggara pinjol resmi. Di antaranya, menurunkan biaya dan bunga pinjaman hingga 50 persen.

Dengan langkah itu, kata Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi, masyarakat yang membutuhkan dana lebih memilih pinjol resmi ketimbang yang bodong.

AFPI juga telah menindak tegas anggota mereka yang terlibat atau terafiliasi dengan pinjol ilegal. Dia memberikan contoh sanksi yang baru dijatuhkan kepada rekanan penyedia jasa penagihan.

Baca Juga:  OJK Bersama bank bjb Menggelar Puncak Acara Bulan Inklusi Keuangan 2021

Upaya lainnya adalah melakukan sertifikasi terhadap rekanan atau agensi debt collector atau penagih utang. Kemudian menyiapkan layanan pengaduan masyarakat.

Dia mengakui, selama ini pengaduan paling banyak memang terkait praktik pinjol ilegal. Menurut dia, edukasi fintech kepada masyarakat masih perlu digencarkan. ”Belum banyak masyarakat yang memahami perbedaan antara pinjol legal dan ilegal,” katanya.

Sekjen AFPI Sunu Widyatmoko menjelaskan lebih lanjut bahwa penurunan bunga pinjaman itu bersifat sementara. Hanya sebulan ke depan. Penurunan tersebut meliputi beban bunga dan biaya-biaya lainnya. “Selama ini dibatasi (biaya dan bunga) pinjaman harian maksimal 0,8 persen. Biaya dan bunga itu bakal diturunkan menjadi 0,4 persen per hari,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga