Arab Saudi Membuka Masjidil Haram, Jaga Jarak Sudah Tidak Jadi Aturan Prokes

Petugas di Masjidil Haram Makkah membuka tanda stiker jaga jarak bagi para jamaah
Petugas di Masjidil Haram Makkah membuka tanda stiker jaga jarak bagi para jamaah (Foto: Arabnews)
0 Komentar

RIYADH –  Pemerintah Kerajaan Arab Saudi (KSA) membuka secara penuh Masjidil Haram di Makkah untuk para jamaah umat islam dari seluruh dunia yang ingin melakukan ibadah umrah.

Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Masjidil Haram Dr. Saad Bin Mohammed Al-Muhaimid mengatakan,  Arab Saudi saat ini telah melonggarkan pembatasan COVID-19.

”Jadi Masjid Suci umat Islam itu dapat kembali menerima jamaah umrah dan haji  dengan  kapasitas penuh,”kata Saad dalam keterangannya seperti yang dilansir kantor berita Arabnews.com.

Baca Juga:Partai Golkar Sekarang Lebih Demokratis dengan Sistem Merit Terbaik Beruang Kutub Diprediksi Segera Punah Selama Lapisan Es Artik Mencair

Namun, Pemerintah Arab Saudi memastikkan pihaknya tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat dengan aturan khusus bagi setiap jamaah.

Al-Muhaimid menambahkan jamaah masjid suci tetap diwajibkan memakai masker dan harus melakukan reservasi untuk umrah dan sholat dengan menggunkan aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna.

Saat ini, para pekerja di Masjidil Haram sudah membuka stiker yang mengingatkan orang untuk menjaga jarak sosial.

Hal ini menandai berakhirnya, bahwa dalam menjalakan ibadah shalat dan berdoa bagi jamaah harus memiliki jarak 1 sampai 2 meter.

Mulai hari Minggu ini, jarak sosial tidak lagi wajib di pertemuan sosial atau di tempat umum termasuk di transportasi umum dan di restoran, bioskop, dan mal.

Masker wajah tidak lagi wajib dalam pengaturan luar ruangan, kecuali untuk lokasi tertentu tertentu termasuk dua masjid suci yaitu masjidil Haram dan Masjid Nabawi. (Arabnews/red)

0 Komentar