“Setiap bulannya akan ada kegiatan, selama satu tahun misalnya 2022 dari Januari sampai Desember, kita jadwalkan cabor mana yang dipertandingkan. Sehingga masyarakat lebih paham dan tahu tentang cabang olahraga yang ada di Kabupaten Bandung,” paparnya.
Setelah PON Papua, Kang DS juga menargetkan Kabupaten Bandung menjadi juara umum pada gelaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2021 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bandung.
“Dalam rangka persiapan Porda, kita akan genjot lagi atlet andalan Kabupaten Bandung dan tentunya saya berharap Kabupaten Bandung menjadi juara Porda 2022,” terangnya.
Baca Juga:Warga Cimahi Kini Bisa Urus Mutasi Kendaraan Via Online, Simak Caranya!Sidang Kasus Korupsi Aa Umbara, Ahli Ungkap Fakta Mengejutkan
Sementara itu, Sekertaris KONI Kabupaten Bandung Yana Suryana mengaku bahwa, meski tahun sebelumnya banyak atlet warga Bandung pindah ke daerah lain. Namun masih banyak atlet kabupaten Bandung yang berkontribusi di PON XX Papua yang telah memberikan medali emas sebanyak 18, perak 11 dan 7 perunggu.
“Mengenai atlet asal kabupaten Bandung yang membela daerah lain dan mendapatkan medali emas-nya tidak sesignifikan yang didapatkan sekarang oleh atlet yang masih di kab Bandung,” ungkap Yana.
Tetapi, lanjut Yana, untuk antisipasi kedepannya agar atlet tak lompat pagar, Bupati Bandung telah memberikan penghargaan kepada para atlet yang berkontribusi kepada kabupaten Bandung dengan memberikan uang kadedeh.
“Hal ini dilakukan secara tidak langsung mengikat atlet-atlet kita yang ada di kabupaten Bandung, agar tetap bertahan, karena kalau dibandingkan dengan kabupaten lainnya, bonus yang diberikan Pemkab Bandung lebih besar daripada daerah lainnya,” kata Yana.
Yana juga mengatakan, setelah pelaksanaan PON, pihaknya akan melakukan evaluasi, dan para atlet dari Kabupaten Bandung akan dijaga.
“Kita juga akan berusaha memulangkan kembali atlet warga kabupaten Bandung yang ada di daerah lain, dengan cara persuasif dan pendekatan. Kita akan memperbaiki kekurangan kepengurusan sebelumnya, supaya atlet warga kabupaten Bandung yang ada di daerah lainnya bisa kembali ke Kabupaten Bandung, maka kita akan lakukan evaluasi,” kata Yana.
Saat ditanyakan terkait pembinaan. Yana menjelaskan, sebagai induk olahraga, KONI tidak pilih kasih, semuanya sama dari segi anggaran atau pun bantuan, dan dari segi finansial ataupun sarana prasarana. Hal itu kembali ke Pengcab-pengcabnya saja.
