Jika Lancar, Disdik Kota Cimahi Bakal Tambah Durasi PTM

Proses belajar mengajar dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran sekarang. (ist)
Proses belajar mengajar dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran sekarang. (ist)
0 Komentar

CIMAHI – Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono menyatakan, selama melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Cimahi tidak ada masalah (terpaparnya penularan Covid-19).

“Alhamdulillah selama ini tidak ada satu pun siswa yang terpapar,” ungkap Harjono saat dihubungi, Rabu (6/10).

Namun, hanya ada satu orang siswa yang terpapar Covid-19 dikarenakan siswa tersebut habis perjalanan dari luar kota bersama keluarganya.

Baca Juga:Soal Kasus Warkopi, Indro Warkop Sampaikan Pesan MenohokSaham Manchester United Bakal Dijual Glazer, Tertarik Beli?

“Kemarin memang ada satu orang yang positif tapi bukan karena PTM karena dia dibawa oleh orangtuanya keluar kota,” jelasnya.

“Kita tetap melaksanakan PTM dan menggunakan aturan protokol kesehatan yang ketat karena salah satu syaratnya harus menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Selama masih masa PPKM, lanjut kata Harjono, dirinya masih kedalam masa transisi dan menambah hari juga durasi jam pelajaran.

Dengan penambahan durasi tersebut merujuk pada pandemi covid-19 yang jumlah kasusnya kian menurun.

“Kita masih masa transisi cuma nambah hari dan nambah durasi, kemarin masih pakai tiga hari satu minggu di sekolah kita masih ikuti SKB 4 Menteri tentang protokol kesehatan,” bebernya.

“Sekarang sudah dipakai lima hari kerja kembali, kemudian durasinya juga ditambah yaitu dari tiga jam empat jam,” paparnya.

Untuk sekolah jenjang PAUD/TK dan SD Kelas 1,2,3 yang awalnya hanya dua jam sekarang menambah menjadi tiga jam.

Baca Juga:Tipis, Tim Sepak Bola Putra Jabar Disingkirkan JatimAda Keanehan dalam Pemilihan Pemenang Lelang di Daerah?

Begitu pun, SD Kelas 4,5,6 ditambah menjadi empat jam pelajaran dan jenjang SMP ditambah satu jam.

Selain penambahan durasi pembelajaran dan pertemuan, kapasitas siswa per-kelas pun ditambah dari 33 persen menjadi 50 persen maksimal. Hanya saja tetap menyesuaikan dengan kondisi ruang kelas.

“Jumlah siswanya dibatasi 50 persen artinya masih bergilir (bergantian),” terangnya.

Menurutnya, jika dilihat dari kondisi secara keseluruhan yang mana kasus Covid-19 di Kota Cimahi kian terus menurun.

Namun, tidak menemukan kluster PTM maka ia memutuskan untuk menambah jam pembelajaran agar pertemuan siswa dengan guru menjadi lebih lama.

Demikian, kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di Kota Cimahi sudah dimulai sejak 6 September lalu untuk jenjang TK/PAUD, SD dan SMP menjadi kewenangan oleh Disdik Kota Cimahi. (mg3)

0 Komentar