Cerita Di Balik Nama Masjid Jami Tine Tang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika meresmikan masjid Tien Tang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika meresmikan masjid Tien Tang
0 Komentar

Jusuf yang masih ragu sempat mempertanyakan lagi pada Airlangga apakah dia yakin, karena arsitektur Masjid yang bergaya oriental bisa menjadi kontroversi, apalagi Airlangga adalah pejabat publik yang juga politisi.

Namun Airlangga menjawab hal itu tidak menjadi masalah baginya. Mau arsitekturnya bergaya apapun selama tidak melanggar aturan agama dan fungsinya tetap sebagai tempat ibadah umat muslim.

“Beliau bilang,  di sinilah kita tunjukkan bahwa pemimpin harus berani menuai keberagaman, dari hal-hal yang kecil dulu,” kata Jusuf.

Baca Juga:Kasus Ajay Memberikan Uang Kepada Petugas KPK Adalah PenipuanPertamina Survei 23 Desa di Cirebon Berpotensi Miliki Kandungan Migas

Airlangga pun meminta Jusuf tetap melanjutkan pembangunan masjid bergaya oriental tersebut sesuai rencana.

Jusuf mengaku saat itu, dalam hati ia memuji keberanian Airlangga.

“Ternyata, setelah Masjid ini diresmikan pada tanggal 8 April, enggak ada tuh yang protes, enggak ada tuh yang nyinyir, enggak ada juga yang ngebully. Malah semua bersyukur, karena semua orang pengguna jalan yang mau ke Jakarta, kadangkala waktunya solat, berhenti di sini, memanfaatkan masjid ini. WC nya bersih, tempat wudhunya bersih, tangganya pun juga berbeda, ada tangga buat pria, tangga buat wanita,” tutur Jusuf.

Jusuf juga menceritakan, kalau dana yang diberikan Airlangga untuk mengganti biaya pembangunan Masjid berlebih. Namun  Airlangga meminta Jusuf mempergunakannya untuk membangun warung pojok halal di dekat Masjid.

” Jadi warung pojok halal itu duit dari beliau. Bikinin warung supaya orang yang main kesini bisa ada tempat makan dan minumnya, biar gak jauh-jauh,” ujarnya.

Airlangga meyakinkan Jusuf Hamka bahwa Masjid tersebut bisa menjadi tempat wisata religi. Karena saat menjadi anggota DPR, Airlangga berasal dari Dapil Bogor, sehingga tahu kalau hal itu akan disukai warga Bogor dan sekitarnya.

“Eh, bener. Alhamdulillah, ini tempat jadi wisata religi. Sabtu-Minggu rame di sini. Orang pada selfie, foto-toto, akhirnya cari makanan-minuman di sini,” ujarnya. Namun karena PPKM, masyarakat akhirnya masih dilarang untuk berkumpul-kumpul.

Mengenai nama Masjid Jami Tine Tang, Jusuf Hamka mengatakan awalnya Masjid tersebut akan dinamai Masjid Babah Alun ke 4,

Baca Juga:Penguatan Lembaga Pembarantas Kejahatan Siber Terkendala Payung HukumAirlangga: Mahasiswa Indonesia Harus Menguasai dan Memanfaatkan Peluang di Era Digital

“Tapi karena sudah diakuisisi ceritanya, ya tergantung Pak Airlangga dong mau namain apa,” ujarnya.

0 Komentar