oleh

Kasus Ajay Memberikan Uang Kepada Petugas KPK Adalah Penipuan

BANDUNG – Adanya tuduhan terhadap Wali Kota Non aktif Ajay M. Priatna memberikan suap kepada penyidik KPK Stepanus Robin sebesar Rp 500 juta mendapat tanggapan dari pengacara Ajay, Fadli Nasution.

Kasus dugaan pemberian suap Ajay M. Piatna terungkap dalam dalam sidang dakwaan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain beberapa hari lalu.

Menanggapi tuduhan itu, Fadly mengatakan, bahwa kasus yang dituduhkan kepada Ajay adalah kasus yang berbeda.

Baca Juga:  Tok! Hakim Vonis Wali Kota Non aktif Cimahi Hanya Dua Tahun Penjara

Waktu itu Ajay M. Priatna didatangi orang yang mengaku mengenal penyidik KPK dengan tuduhan kasus Bantuan Sosial (Bansos) Bandung Raya dan Cimahi.

Sekitar bulan Oktober 2020, Pak Ajay didatangi oleh temannya dan bilang kenal dengan penyidik KPK bernama Roni

Penyidik KPK itu dengan nama Stepanus Robin Pattuju tapi mengenalkan diri sebagai Roni kepada Pak Ajay, dan mengaku juga sebagai petugas KPK bukan dari penyidik,

Baca Juga:  Pengacara Terdakwa Walkot Cimahi Nonaktif Resmi Ajukan Banding

Pada saat pertemuan itu, dia (Robin) bercerita akan adanya penyidikan kasus Bansos Covid di daerah Bandung Raya dan termasuk Cimahi dan Ajay akan diperiksa sebagai tersangka.

Roni atau Robin itu menawarkan bantuan supaya Pak Ajay tidak ikut dalam penyidikan kasus Bansos Covid ini dengan meminta sejumlah uang.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga