3 Kecamatan di KBB Terancam Alami Kekeringan

NGAMPRAH – Tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yakni Ngamprah, Cipatat, dan Padalarang masuk dalam kategori rawan kekeringan berdasarkan rekam jejak kasus tahun-tahun sebelumnya

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, tiga kecamatan tersebut masuk daerah rawan kekeringan lantaran kerap terjadi laporan krisis air dari warga setempat.

“Tiga Daerah itu juga rawan terjadi krisis air bersih saat kemarau panjang terjadi. Jadi kita imbau warganya untuk melakukan persiapan menghadapi kekeringan,” kata Duddy kepada wartawan, Rabu (21/7).

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk waspada saat musim kemarau tiba. BPBD KBB telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan BMKG Bandung.

“Saat ini musim hujan sudah mulai berakhir, di bulan Mei sampai Juni masih ada curah hujan, namun dengan intensitas ringan,” tambahnya.

Selanjutnya, memasuki akhir Juni hingga Juli ini sudah masuk ke kemarau, dan tinggal melakukan antisipasi kekeringan.

“Kita sudah melakukan rakor tiga minggu kebelakang dengan provinsi terkait dengan penetapan status. Tapi kita belum naikkan ke status siaga,” bebernya.

Duddy mengaku, pihaknya tengah menunggu keputusan dari provinsi. Pasalnya, penetapan akan dilakukan secara berjenjang dan akan ditindaklanjuti setiap kabupaten/kota.

“Ada juga hujan dengan intensitas ringan. Paling penting yang perlu diantisipasi kalau kemarau itu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, termasuk krisis air bersih,” ucapnya.

Selain potensi kekeringan, musim kemarau di KBB juga kerap memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hutan-hutan milik Perhutani yang sering terbakar tersebar di Kecamatan Cisarua, Lembang dan Cipatat.

“Potensi kebakaran biasanya terjadi di lahan-lahan milik Perhutani yang di wilayah Bandung Utara, seperti Cisarua, termasuk Cipatat juga ada lahan Perhutani yang lahannya rawan terbakar,” pungkasnya. (mg6)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan