oleh

Pemulihan UMKM Produk Tekstil

Ade Sudrajat Dewan Penasehat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Pusat dan Pengusaha Senior Bidang Tekstil Produk Tekstil (TPT)
Ade Sudrajat
Dewan Penasehat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Pusat dan Pengusaha Senior Bidang Tekstil Produk Tekstil (TPT)

Oleh : Ade Sudrajat
Dewan Penasehat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Pusat dan Pengusaha Senior Bidang Tekstil Produk Tekstil (TPT)

Berbagai cara dilakukan untuk menyelamatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa Pandemi saat ini.

Kebijakan pemerintah dalam penyelamatan UMKM jelas tidak terbantahkan–kebijakan tepat. Apapun bentuknya, menyelamatkan UMKM berarti menyelamatkan hajat hidup orang banyak.

Baca Juga:  Upaya Pulihkan Ekonomi Daerah, Bupati Bandung Minta Perbankan Permudah Proses Kredit

Analisisnya cukup sederhana dan logis. Entitas UMKM jumlahnya lebih dari 99 persen dari total unit usaha di Indonesia.

Sehingga sudah cocok jika UMKM menjadi peta jalan (road map) utama tumpuan pembangunan ekonomi masa depan.

Menyelamatkan UMKM berarti menyelamatkan ekonomi masa depan. Artinya, tanpa UMKM yang berkembang dan kuat, sedikit harapan untuk membangun kekuatan ekonomi di masa yang akan datang.

Otomatis hilang juga harapan munculnya lebih banyak usaha menengah dan besar dimasa yang akan datang.

Baca Juga:  Market Share Kredit Pertanian Capai 28%, BRI Dorong Sektor Pertanian Terus Tumbuh di Masa Pendemi

Betul, investasi asing bisa saja masuk banyak ke Indonesia mengisi kekosongan pelaku usaha domestik, apalagi dengan kekuatan modal yang besar, apapun sumber daya bisa diolah menjadi bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga