Tidak Ada Pungli di TPU Cikadut, Tapi Kalau Mau Memberi Sifatnya Sukarela

Prosesi pemakaman pasien Covid-19 oleh anggota keluarganya di TPU Cikadut, Kamis (28/1). Foto: Ayu/Jabar Ekspres.
Prosesi pemakaman pasien Covid-19 oleh anggota keluarganya di TPU Cikadut, Kamis (28/1). Foto: Ayu/Jabar Ekspres.
0 Komentar

BANDUNG – Adanya isu pungutan liar di Taman Pemakaman Umum Khusus Covid-19 Cikadut, Dibantah oleh Sekda Kota Bandung ema Sumarna.

Ema mengaku, terkait adanya dugaan isu Pungli itu, pihaknya sudah melakukan konfirmasi secara langsung kepada petugas setempat.

‘’Saya sudah konfirmasi ke PLT Tajudin dan kepala upt sumpena itu sebetulnya tidak ada pungutan,’’kata dia.

Baca Juga:Terapkan PPKM, Sekda Kota Bandung Malah Bingung, Kok Gerbang Tol Pasteur Macet Parah?Airlangga Yakin Kader Muda Golkar Mampu Berikan Terobosan Hadapi Pandemi

Namun, pembelian padung atau nisa memang harus beli. Itupun yang jual warga setempat. Kalau mau bawa padung sendiri boleh dan tidak ada larangan.

Kendati begitu, Ema minta kepada dinas terkait agar menindaklanjuti isu itu. Sebab, bisa saja Pungli itu dilakukan oknum warga.

“Ini harus ditelusuri dan ditindaklanjuti, kalau yang melakukan pegawai harian lepas (phl) resmi atau yang memanfaatkan harus ditertibkan,” tegas Ema.

Ema menghimbau, kepada seluruh petugas di TPU Cikadut agar Bersama-sama menjaga nama baik. Dan bagi warga yang merasa dimintai uang Ketika prssoses pemakaman, maka segera lapor.

“Jadi kalua diminta tolak saja, Tapi kalau sifatnya sukarela, tergantung pemberiannya. Kalau masih keberatan ditolak juga enggak masalah, tapi kalau niatnya mau ibadah dengan bersedekah dipersilahkan,’’pungkas Ema. (red).

0 Komentar