oleh

Pemulihan Ekonomi di Jabar Lamban? Ini Kata Pakar Ekonomi Unpas

BANDUNGPemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dinilai lamban dalam pemulihan ekonomi di Jabar. Di samping itu, minimnya anggaran tahun 2021 ini menjadi kendala untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah membentuk Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) pada tahun 2020 untuk mempercepat pemulihan ekonomi paskapandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kebijakan dan Ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Dr. Acuviarta Kartabi mengatakan, rekomendasi dari KPED itu cukup banyak. Namun tidak semua program bisa dieksekusi. Pasalnya, sebagian rekomendasi tersebut ada yang masuk dalam kebijakan pusat, dan ada pula yang masuk wilayah Kabupaten/Kota.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Manfaatkan Kemajuan Teknologi untuk Pemulihan Ekonomi

“Saya melihat bahwa program-program itu kurang kuat daya dorongnya meskipun sudah ada. Jadi tidak ada persentase khusus bahwa berapa anggaran fiskal dari Pemprov untuk pemulihan ekonomi,” ucap Acuviarta di Bandung, Senin (21/6).

“Ada sih kegiatan-kegiatan yang disetujui. Tetapi program-program itu daya ungkitnya kurang,” imbuhnya.

Ketua Harian Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jabar itu menjelaskan, minimnya anggaran dalam pemulihan ekonomi menjadi kendala saat ini. Ia mengira anggaran untuk pemulihan ekonomi di KPED hanya kurang dari 2 persen dari APBD.

Baca Juga:  Duh, Pemulihan Ekonomi Belum Kelihatan Hilalnya

“Kalau saya lihat, jika asumsinya APBD Jawa Barat itu misalkan 50 Triliun. Itu mungkin 1 persennya juga tidak. Jika 10 persen berarti 500 miliar. Jika 1 persen berarti 50 miliar. Mungkin perkiraan saya 2 persen pun tidak yah. Yang saya tahu di wilayah KPED,” jelasnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga