Mogok Massal, Pencinta Tahu dan Tempe Kena Imbasnya

tahu tempe cimahi
Produsen tahu tempe aksi mogok produksi, lapak pedagang tahu tempe di Pasar Tradisional Cimahi tampak kosong.
0 Komentar

CIMAHIPencinta tahu dan tempe di Kota Cimahi bakal sulit mencari dua bahan pokok itu dalam dalam tiga hari ke depan. Sebab, aksi mogok massal produksi tahu dan tempe sudah dimulai
per hari ini, Jumat (28/5).

Aksi mogok produksi itu sebagai bentuk protes mahalnya harga kedelai impor belakangan ini. Harganya sudah menyentuh Rp 11-12 ribu kilogram, jauh dari harga normal yang seharusnya Rp 6-7 ribu per kilogram.

Imbasnya, keberadaan tahu dan tempe di sejumlah pasar di Kota Cimahi seakan menghilang. Nyaris tidak ditemukan pedagang yang menjual dua makanan murah meriah dan merakyat itu.

Baca Juga:Ridwan Kamil Akan Memastikan Harga Kedelai Masih TerjangkauImbas Aksi Mogok Produksi, Tahu dan Tempe di Pasar Tradisional Kota Bandung Tak Terlihat

Seperti yang terpantau di Pasar Atas Baru dan Pasar Cimindi pada Jumat. Sejumlah lapak yang biasanya jadi jadi tempat berjualan tahu dan tempe terlihat kosong. Begitupun yang jualannya disatukan dengan bahan pokok lain yang tidak menjual tahu.

“Iya tahu dan tempenya gak jual, kan lagi pada mogok produksi katanya 3 hari,” ujar Entin (40), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru.

Biasanya, ia menerima kiriman tahu dari produsen di wilayah Lembang, KBB. Sementara tempe didapatnya dari produsen asal Kota Cimahi. “Terakhir ada kiriman itu kemarin, dan tiga hari ke depan libur dulu jual tempe sama tahunya,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Atas Baru, Hana Subuarti mengatakan, total ada 12 pedagang tahu dan tempe di Pasar milik Pemkot Cimahi itu. Hanya ada tiga pedagang yang benar-benar libur berjualan.

“Soalnya yang tiga pedagang itu hanya jualan tahu dan tempe. Kakau yang jualannya campuran dengan kelapa, gula dan sebagainya tetep jualan cuma gak ada tahu dan tempenya,” ujar Hana.

Begitupun di Pasar Cimindi. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi, Asep Rohendi mengatakan, ada sekitar 22 pedagang yang biasanya menjajakan tahu dan tempe setiap harinya.

“Tapi mulai hari ini libur jualan dulu karena ada aksi mogok. Kan pedagang nggak dapat kiriman dari perajin,” ujarnya.

Baca Juga:Ada Siswanya yang Positif Covid-19, Salah Satu SDN di Melong Tunda PTMBPK Beri Opini Wajar Tanpa Pengeculian Terhadap Laporan Keuangan Jawa Barat

Ia mengungkapkan, masih ada konsumen yang datang ke Pasar Cimindi mencari tahu dan tempe. Namun harus pulang dengan tangan hampa sebab tidak ada pedagang yang menjajakan tahu dan tempe.

0 Komentar