Sederet Pertanyaan Janggal Tes di TWK KPK, Bahkan Ada yang Terkesan “Alay”

“Setelah mengisi esai, saya diminta untuk tanda tangan pernyataan bahwa jawaban tsb adl sebenar-benarnya pandangan dan jawaban saya yg bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Kemudian, pada tanggal 25 Maret dirinya kembali mengikuti TWK. Dalam tes wawancara ini, dia kembali mendapat pertanyaan yang janggal. Yang tidak mempunyai hubungannya dengan pekerjaannya di KPK.

“Awalnya saya ditanya berapa lama bekerja, dan apa saja yg saya lakukan di KPK, apakah ada masalah dengan atasan atau rekan kerja? Kemudian ditanya implementasi pancasila dalam keseharian seperti apa?” ucapnya.

“Setelah itu ditanya apakah mengucapkan selamat hari raya pada agama lain? Kalau datang di acara perayaan umat lain bagaimana? Terus kalau ada keturunan ekstapol menduduki jabatan publik yang strategis, bagaimana menurut anda?” sambungnya.

“Apakah sudah menikah? Punya pacar? Pacaran berapa kali? Apakah pacar yg sekarang menuju pernikahan? Apakah pacar sekarang sudah diperkenalkan kpd orang tua? Kalau pacaran ngapain saja?” tuturnya lagi.

Dia bilang bahwa untuk pertanyaan status pernikahan, dia merasa tidak nyaman, tapi dirinya berusaha jawab apa adanya.

“Dijawab dengan singkat-singkat saja. Selain pertanyaan tentang implementasi pancasila, pertanyaan lain ditanyakan tanpa ada relevansi dengan pekerjaan atau pendalaman pancasila, UUD 45, dan lainnya” ujarnya. (Fin.co.id)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan