oleh

Pengamat: Gaya Kepemimpinan Wali Kota Depok Cenderung Feodalistik

DEPOK – Belakangan ini gaya kepemimpinan Wali Kota Depok, Mohammad Idris mendapat banyak sorotan. Hal itu salah satunya disebabkan oleh munculnya sejumlah kasus di kedinasan terkait.

Sebut saja kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan yang terbaru, yakni soal dugaan kasus pemotongan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes).

Atas kejadian itu, sejumlah pihak mulai dari masyarakat biasa, politisi hingga pengamat kebijakan publik Kota Depok akhirnya angkat bicara.

Baca Juga:  DPAPMK Sebut Penanganan Kasus KDRT dan TTPO Jadi Prioritas

Di antara mereka, ada yang mempersoalkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap tidak maksimal, sementara lainnya menarik akar masalah itu sampai pada gaya kepemimpinan Wali Kota Depok yang dinilai cenderung feodalistik.

Pengurus Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Jabar untuk Depok, Mohammad Saihu, misalnya, menyebut gaya kepemimpinan Wali Kota Depok hari ini menyerupai apa yang disebut sebagai gaya kepemimpinan feodal.

“Secara pribadi, saya mengamati gaya kepemimpinan pak Mohammad Idris (Wali Kota Depok) mirip-mirip gaya kepemimpinan feodal. Dalam kepemimpinan feodal, semua kendali kekuasaan terkonsentrasi di tangan satu orang dan dijalankan secara tidak professional,” kata Saihu kepada Jabar Ekspres, Jumat (7/5).

Baca Juga:  Perangi Demam Berdarah, Begini Ikhtiar Pengurus RW 08 Tirtajaya Depok

Saihu menjelaskan, mengapa dalam lanskap kepemimpinan feodal, kekuasaan cenderung tidak difungsikan sebagaimana yang diharapkan oleh publik, karena praktik kekuasaan dibasiskan pada pola-pola kekeluargaan yang jauh dari kesan profesionalisme.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga