oleh

Soal Dugaan Pemotongan Insentif Nakes, Begini Klarifikasi Kadinkes

DEPOK – Warga Kota Depok baru-baru ini dibuat resah lantaran beredar kabar adanya pemotongan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) yang dilakukan oleh pihak manajemen UPTD Puskesmas Cilodong, Depok.

Kabar tersebut mulai mencuat beberapa waktu lalu setelah salah seorang nakes non-ASN di UPTD Puskesmas Cilodong menumpahkan rasa keberatannya terhadap pihak manajemen Puskesmas terkait praktik pemotongan dana tersebut.

Menurut keterangannya, si nakes memprotes tindakan dari pihak manajemen karena keputusan yang diambil tidak melalui kesepakatan atau pembicaraan di awal.

Baca Juga:  Wujudkan Kota Layak Anak, Forum Anak Adakan Regenerasi Kepengurusan

Dirinya bahkan mengaku tidak keberatan, pun jika uang insentif sebesar Rp10 juta yang minta dikembalikan Rp3 juta oleh pihak manajemen itu dibicarakan baik-baik dan dilakukan secara transparan.

Jadi, duduk persoalannya bukan pada besaran angka pemotongan, melainkan caranya yang dianggap tidak benar. Terlepas tujuannya baik.

Menanggapi isu yang sedang berkembang, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok, Novarita, kepada Jabar Ekpres menjelaskan bahwa berita mengenai adanya pemotongan honor nakes itu tidak sepenuhnya benar.

Baca Juga:  Vaksinasi Lansia, Dinkes Depok Sebut Dosis Kedua Sudah Capai 22.588 Orang

Ia mengklarifikasi wacana yang menyebutkan adanya praktik pemotongan insentif nakes. Menurutnya, dalam perkara tersebut tidak ada yang namanya pemotongan, melainkan saling berbagi.

“Dalam kasus ini tidak ada pemotongan dana insentif, yang ada adalah saling berbagi dalam kebersamaan,” jelas Novarita, Kamis (6/5).

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga