oleh

BPS Jawa Barat Sebut Kegiatan Transportasi di Jabar Alami Kenaikan, Ini Penyebabnya

Untuk muatan barang, bagasi dan pos/paket domestik pada bulan Maret 2021, ucap dia, mengalami kenaikan sebesar 4,36 persen. Ia menerangkan, dari 383,77 ton barang yang di angkut bulan lalu naik menjadi 400,52 ton.

“Dari Y-on-Y pun pada tahun lalu mengalami kenaikan 80,24 persen. Jadi pada bulan maret 22,1 ton menjadi 400,52 ton. Kalau gak salah isu tahun lalu itu awal-awal lockdown. Sehingga pengiriman barang jauh berkurang,” terangnya.

Baca Juga:  Satpol PP Kota Bandung Bentuk Satuan Khusus Pengamanan Ketertiban Selama Ramadan

Sementara untuk transportasi angkutan laut, Jaih menuturkan, meskipun di Jabar tidak ada angkutan penumpang laut. Namun ada pengangkutan barang dan peti kemas domestik.

Dari tujuh (7) pelabuhan yang diamati, Balongan, Cirebon, Eretan, Indramayu, Pamanukan, Pangandaran dan Pelabuhan Ratu dibandingkan bulan lalu mengalami kenaikan. “Volume barang dan peti kemas mengalami kenaikan 9,77 persen,” tuturnya.

Untuk volume barang dan peti kemas internasional pun, lanjut dia, mengalami kenaikan. Menurutnya, hal tersebut sangat berpengaruh dengan nilai ekspor di Jabar. “Kalau di Jabar ke luar Negeri menunjukan ekspor naik 88,78 persen,” lanjutnya.

Baca Juga:  Sambut Lebaran, Beli Motor Honda di Depok dan Bogor Dapat Potongan Angsuran

Lebih hebatnya, dibandingkan dengan tahun lalu, meskipun masa pandemi, mengalami keniakan 90 persen lebih dsri 33 ton. “Ini suatu indikasi yang baik di masa pandemi. Kita masih terus mengalami kenaikam secara Internasional,” sambungnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga