oleh

Dugaan Korupsi BPNT Mulai Terungkap

NGAMPRAH – Oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berinisial R yang jadi pemasok sembako untuk masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakui perbuatannya sekaligus menjadi titik terang untuk mengungkap kasus dugaan korupsi pendamping PKH.

Pendamping PKH tersebut diduga melanggar pedoman umum (Pedum) yang ditetapkan Kemensos lantaran nyambi sebagai pengada sembako untuk Bantuan Pangan Non-tunai (BPNT) di sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas Sosial KBB, Sri Dustirawati mengatakan, yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya. Oknum tersebut langsung dipanggil untuk dimintai keterangan lebih dalam.

“Yang bersangkutan menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pendamping PKH,” ujar Sri kepada wartawan, Senin (3/5).

Sri menjelaskan, pada kasus ini, R baru sebatas melakukan pelanggaran administratif. Sri belum menemukan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut. Namun demikian, Sri menyerahkan kasus tersebut kepada Saber Pungli Polda Jabar dan Inspektorat KBB.

“Dalam surat edaran menteri, pendamping PKH tidak boleh merangkap atau nyambi menjadi penyedia atau pemasok barang,” kata Sri.

Sebelumnya, Satgas Saber Pungli Polda Jabar menemukan kasus adanya tindak korupsi yang dilakukan oleh oknum pendamping PKH. Oknum tersebut memanfaatkan relasi sebagai pendamping PKH untuk memasok sembako yang didistribusikan ke E-Waroeng.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga