Perbanyak Sifat Dermawan (Pemurah) di Bulan Ramadan

 

Kedermawanan mendorong kepada sifat-sifat baik lainnya, sebagaimana kikir menuntun kita kepada sifat-sifat tercela lainnya. Jika seorang dermawan memberi harta dan hidup dengan bahagia dan berkecukupan. Sedangkan orang lain kikir menghimpun harta, dan dia hidup dengan susah dan merugi. Salah satu kemalangan orang kikir adalah dia mengumpulkan harta bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang lain setelah matinya.

 

Nabi Muhammad Saw. Telah bersabda, : “Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang jahil yang dermawan lebih disukai oleh Allah daripada ahli ibadah yang kikir.” (HR. Turmudzi).

 

Kedermawanan adalah bersegera memberi tanpa diminta. Jika memberi karena diminta maka itu hanya karena malu atau takut dicela. Kedermawanan yang sesungguhnya dilakukan secara spontan. Jika didahului oleh permintaan, maka yang demikian itu hanyalah penutup rasa malu atau upaya menyelamatkan diri dari hinaan.

 

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, : “Ada dua macam akhlak yang di sukai oleh Allah, dan dua akhlak yang dibenci oleh-Nya. Adapun dua akhlak yang disukai oleh Allah adalah dermawan dan berani. Adapun dua akhlak yang tidak disukai oleh-Nya adalah akhlak yang buruk dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebagai amil yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak.” (HR. Baihaqi).

 

Di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah Swt. Baik berupa harta maupun ilmu atau kepandaian, hal tersebut khusus untuk menolong sesama kita. Selagi mereka mau mengulurkan tangan kepada sesama kita, maka Allah menetapkan nikmat-nikmat tersebut untuknya. Akan tetapi, jika mereka tidak mau menolong orang lain, maka Allah akan mencabut nikmat itu dari tangan mereka dan memindahkannya ke tangan orang lain.

 

Nabi Muhammad Saw. Telah bersabda, : “Sesungguhnya Allah mempunyai kaum-kaum yang Dia khususkan mendapat banyak nikmat untuk kemanfaatan hamba-hamba Allah; Dia menetapkan nikmat-nikmat tersebut kepada mereka selagi mereka mendermakannya. Apabila mereka tidak mau mendermakannya, maka Dia mencabutnya dari tangan mereka lalu dipindahkan-Nya kepada selain mereka.” (HR. Ibnu Abud Dun-ya melalui Ibnu Umar r.a.).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan