oleh

Fenomena “Fatherless” dan Pentingnya Peran Ayah Bagi Anak

JAKARTA – Fenomena fatherless mungkin kurang awam di tengah kalangan masyarakat. Namun ternyata, fenomena fatherless atau ketidakhadiran seorang ayah baik secara fisik atau psikologis dalam kehidupan anak, rupanya cukup besar di Indonesia.

Fatherless diartikan sebagai anak yang bertumbuh kembang tanpa kehadiran ayah, atau anak yang mempunyai ayah tapi ayahnya tidak berperan maksimal dalam proses tumbuh kembang anak dengan kata lain pengasuhan,” kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti melalui keterangannya, Rabu.

Lebih lanjut, Indonesia berada di urutan ketiga di dunia sebagai negara tanpa ayah (fatherless country).

Retno menyebutkan, fenomena ini disebabkan karena tingginya peran ayah yang hilang dalam proses pengasuhan anak. Krisis peran pengasuhan dari ayah seringkali disebabkan oleh peran gender tradisional yang masih diyakini oleh masyarakat Indonesia.

Banyak kisah di masyarakat Indonesia yang menggambarkan fenomena fatherless, seperti sebuah keluarga miskin yang tidak memiliki figur ayah karena ibunya merupakan istri muda, keluarga kaya yang kehilangan figur ayah karena alasan sibuk bekerja dan sering bepergian keluar kota, atau tanpa sadar tidak menjadikan keluarga sebagai prioritas.

“Reduksi peran gender tradisional memosisikan ibu sebagai penanggung jawab urusan domestik dan ayah sebagai penanggung jawab urusan nafkah masih melekat di masyarakat. Padahal, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh kehadiran dari kedua orang tuanya dalam pengasuhan,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga