Asah Kemampuan Relawan Sosial Desa Tanjungwangi, Prodi Fisip Unpas Gelar Pelatihan Public Speaking

Asah Kemampuan Relawan Sosial Desa Tanjungwangi, Prodi Fisip Unpas Gelar Pelatihan Public Speaking
Tim Prodi FISIP Unpas bersama para peserta, relawan sosial di Desa Tanjungwangi seusai jalani pelatihan Public Speaking.
0 Komentar

CICALENGKA – Tim Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Rabu (10/2) lalu, menggelar pelatihan bertajuk Peningkatan Kemampuan Komunikasi Relawan Sosial Melalui Teknik Public Speaking di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan yang diikuti oleh para relawan sosial dan aparatur pemerintahan desa tersebut bertempat di Aula Kantor Kepala Desa Tanjungwangi, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan ini dimulai dari pukul 09:00 s/d selesai.

Bentuk kegiatan berupa penyampaian materi terkait Public Speaking oleh Iing Saefudin dan Mochamad Iqbal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan komunikasi para relawan sosial di Desa Tanjung Wangi agar dapat memberikan edukasi dan informasi yang sesuai kepada masyarakat.

Baca Juga:1.000 Vitamin, Langkah Pemkot Bandung Perkuat Imunitas Satgas Covid-19Hadapi Ancaman Sesar Lembang, Diskar PB Kota Bandung Siapkan Langkah Antisipatif

“Bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip Unpas akan memberikan materi dan pengalaman khususnya dalam mengembangkan keberanian dalam tampil di muka umum dan berbicara dalam forum dan lainnya, merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman soal tekhnik-tekhnik berbicara di depan umum,” ucap Rusmana, Kepala Desa Tanjungwangi dalam kata sambutannya.

Dalam kesempatan  tersebut, Iing Saefudin menyampaikan Public speaking merupakan seni berbicara di depan umum yang perlu dikuasai setiap orang, karena teknik ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Di era komunikasi saat ini, semakin diperlukan, terutama sebagai relawan di masyarakat pedesaan, maka seharusnya mempunyai kompetensi / kemampuan ilmu berbicara ini untuk dapat  memengaruhi orang secara efektif,” ucapnya.

Adapun tujuan utama pelatihan Public Speaking bagi relawan sosial yaitu; pertama, untuk  berbicara dan memberikan kesadaran kepada masyarakat. Kedua, memberikan sebuah  presentasi dalam berbagai kelompok masyarakat.

Serta ketiga, menginspirasi masyarakat terkait program-program sosial. Terakhir, membangun dan membina hubungan yang berubah menjadi penjualan.

Para peserta sangat antusias serta memberikan respon positif pada setiap penjelasan yang diberikan oleh pembicara. Acara  ini ditutup dengan sesi tanya jawab, pada sesi ini acara dipegang oleh  Mochamad Iqbal yang memberikan  jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan oleh peserta.

0 Komentar