Tindaklanjuti Rekayasa Laporan Pengusaha Hiburan, Pengunjung Kafe dan THB Bakal Jadi Sasaran Rapid Antigen

tempat hiburan malam bandung disegel
PASTIKAN KESIAPAN: Ketua Harian Satgas Covid-19, Ema Sumarna meninjau kesiapan beberapa tempat hiburan yang menggelar simulasi operasi saat akan direlaksasi, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan rapid test antigen di kafe dan tempat hiburan. Pasalnya, kedua tempat ini berpotensi menimbulkan kerumunan. Sehingga dianggap perlu untuk melakukan uji sampel rapid test bagi para pengunjung.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Harian Satgas Covid-19, Ema Sumarna. Pihaknya juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk menyiapkan tim uji sampel

“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan tim melakukan uji sampel rapid test antigen ke tempat hiburan dan kafe,” ujarnya, kepada Jabar Ekspres, Minggu (7/2).

Baca Juga:Gerindra Target Menang Pilgub Jabar, Abdul Haris: Agenda Politik Kita Harus Selalu MenangFokus Tuntaskan Pemulihan Ekonomi

Menurutnya, para pengunjung akan langsung dirapid test antigen. Hal tersebut dilakukan agar mengetahui kondisi aktivitas yang berlangsung di kafe maupun tempat hiburan.

Tak hanya itu, Ema menambahkan, laporan yang diberikan oleh para pemilik tempat usaha bisa saja direkayasa.

“Jangan sampai sifatnya pasif hanya mendengar laporan. Laporan dari pengelola bisa saja direkayasa, (mengaku) di kami tidak ada klaster, tidak ada kejadian, kan bisa saja. Nanti kita coba lakukan sambil menunggu kebijakan pusat,” bebernya.

Menurut Ema, kebiasaan warga Bandung yang doyan nongkrong tak ayal menjadi alasan adanya potensi kerumunan di kafe maupun tempat hiburan.

Perlu diketahui, saat akan melakukan rapid test antigen di kedua tempat tersebut, pihaknya akan merahasiakan lokasi sasaran. Pasalnya, apabila diumumkan, Ema khawatir tempat yang dituju akan mendadak tutup.

“Potensi kerumunan banyaknya di mana? Di tempat hiburan. Sekarang nongkrong di jalan bisa dikatakan tidak ada. Kalau kafe karena diperbolehkan (buka), orang Bandung suka nongkrong, ngopi, makan cemilan dan sebagainya dan intinya ngobrool,” ungkapnya.

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan kasus covid 19 di Kota Bandung. Mulai dari tes masif di berbagi tempat, pelaksanaan tracing dan testing, kepatuhan Warga akan pelaksanaan protokol kesehatan, dampak dari aktivitas sosial di masyarakat seperti aktivitas yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti di kafe, bar, resto. Hingga masih adanya pengusaha nakal yang membuka ruang usahanya diluar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemkot Bandung.

Baca Juga:Limbah APD Meningkat, Dewan Dorong Perda  Korona Menyusup ke Lapas, 51 Napi Tipikor Positif Pasca Tes Swab

Adapun Persentase kenaikan kasus konfirmasi di Kota Bandung ini adalah sebesar 24.86% dimana menunjukan persentase yang lebih tinggi dari Provinsi (8.23%) dan Nasional (5.33%). Sedangkan untuk kasus konfirmasi aktif mengalami penurunan sebesar 21.21% dimana persentase ini berbeda dengan Provinsi dan Nasional yang mengalami kenaikan.

0 Komentar