oleh

Melalui Pendekatan Bisnis, Akhirnya Kedai Kopi Lereng Tanggul Bisa Berdiri

BANDUNG – Tidak mudah untuk membangun sebuah bisnis, apalagi di masa pandemi seperti sekarang.

Oleh karena itu, Ketua RT.03 Dindin Syahidin akhirnya berani untuk mengajak warga Bumi Komplek Panyileukan mendirikan sebuah usaha melalui pendekatan bisnis.

“Kebetulan selain menjadi ketua RT saya juga seorang pengusaha. Nah saya kepikiran kalo mengandalkan sumbangan saja untuk membuat sebuah bisnis berat gitu,” ujar Dindin Syahidin.

Baca Juga:  Ratusan Buruh di Cimahi Belum Terima THR Tahun 2020, Hadeuh...

Dindin telah paham tantangannya. Butuh modal yang tidak sedikit dalam rencana bisnis itu.

“Dalam membangun ini (kedai kopi) tidak mudah artinya untuk membuat sebuah tempat seperti ini pun tidak murah, tidak mungkinlah kalo berdasarkan sumbangan biasa,”ungkapnya.

Kemudian, ia memberlakukan pendekatan bisnis.

Ketua RT. 03 yang sekaligus Manager Kedai Kopi Lereng Tanggul ini membuat konsep semacam saham publik untuk warga RT. 03 karena bisnis itu akan berada di lingkungan tersebut.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Tanggapi Prediksi Cuaca Ekstrem BMKG

“Ngumpulin (dana) dari warga RT itu tidak mudah, karena ini harus pendekatan bisnis. Akhirnya berdirilah ini dengan awalnya itu dibawah sepuluh orang,” lanjut Dindin.

Hasilnya, konsep ini memberikan keuntungan bagi pemilik saham dan sebagian lingkungan RT. 03.

“Setelah mengusung konsep saham publik tadi, singkat cerita berdirilah ini (kedai) dengan susah payah. Kalo saya hitung hampir 150 jutaan pendiriannya sama peralatan sama semuanya,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga