oleh

Proses Pilkada Jabar Tercatat Ada 107 Pelanggaran, Kab. Bandung Terbanyak

 

LEMBANG – Selama Oktober 2020 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mencatat ada 107 pelanggaran pemilu yang terjadi di delapan daerah yang menyelengarakan Pilkada.

Komisioner Bawaslu Jabar Sutanto
Mengatakan, daerah yang paling banyak pelanggarannya adalah Kabupaten Bandung.

“Kabupaten Bandung itu ada 21 proses penanganan pelanggaran, kemudian Karawang ada 18 dan Indramayu 14. Itu tiga besar yang saya sebutkan,” kata Komisioner Bawaslu Jabar, Sutanto saat kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Lembang, Minggu (25/10).

Baca Juga:  Seksi Datun Berhasil Dalam Bantuan Hukum

Dari sekitar ratusan penanganan pelanggaran kampanye itu, pelanggaran protokol kesehatan mencapai 54 kasus dugaan. Bawaslu Jabar telah mengupayakan lakukan pencegahan dengan merekomendasikan aktivitas-aktivitas yang bisa menyebabkan pelanggaran pada masa kampanye.

Berdasarkan klasifikasi modus, Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan menyebutkan, pelanggaran yang terjadi di antaranya 40 administratif akibat kesalahan teknis penyelenggara serta peserta, lalu 12 sanksi kode etik.

Bawaslu bahkan merekomendasikan memberikan sanksi kepada tiga orang komisioner Bawaslu Cianjur sebagai komitmen membangun integritas penyelenggara Pilkada.

Baca Juga:  Optimalisasi Pemungutan Pajak, Pemkot Cimahi Gandeng DJP dan DJPK, Begini Bentuk Kerja Samanya

“Lalu juga ada 32 penanganan pelanggaran penerusan hukum lainnya karena tidak masuk di rezim pilkadanya. Misalnya, kaitan isu netralitas ASN, isu keberpihakan kepala desa, lalu kaitan kasus pidana Pemilu. Jadi dari 107 ada 88 hasil kerja Bawaslu berdasarkan temuan, nah ini yang sudah ditangani di delapan kabupaten/kota,” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga