oleh

Proses Pilkada Jabar Tercatat Ada 107 Pelanggaran, Kab. Bandung Terbanyak

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jabar, Loli Suhenti menerangkan, Sekolah Kader Pengawas Partisipasi kali ini dibagi dalam 3 wilayah, yakni Pakuan meliputi Kota Depok, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Cianjur, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Sedangkan sesi II dan III dilaksanakan secara terpisah.

“Saat ini, Bawaslu Jabar memiliki 3.800 kader SKPP yang tersebar di 27 kabupaten/kota, yakni 80 kader SKPP tingkat provinsi, 1.787 kader SKPP tingkat kabupaten/kota, dan 1.933 kader SKPP daring yang baru lulus awal Juli kemarin. Dalam mengawasi Pilkada 2020 di delapan kabupaten/kota, kami memiliki 1.210 kader SKPP yang siap terlibat melakukan pengawasan partisipatif,” ungkapnya.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan Pilkada serentak yang diselenggarakan di Jabar.

Proses Pilkada Jabar Tercatat Ada 107 Pelanggaran, Kab. Bandung Terbanyak

LEMBANG – Selama Oktober 2020 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mencatat ada 107 pelanggaran pemilu yang terjadi di delapan daerah yang menyelengarakan Pilkada.

Komisioner Bawaslu Jabar Sutanto
Mengatakan, daerah yang paling banyak pelanggarannya adalah Kabupaten Bandung.

“Kabupaten Bandung itu ada 21 proses penanganan pelanggaran, kemudian Karawang ada 18 dan Indramayu 14. Itu tiga besar yang saya sebutkan,” kata Komisioner Bawaslu Jabar, Sutanto saat kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Lembang, Minggu (25/10).

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga