JAKARTA – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Ketua KPK Firli Bahuri mengenai penggunaan helikopter mewah milik swasta. Hal ini menjadi polemik lantaran Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Firli soal dugaan pelanggaran etik mengenai penggunaan fasilitas mewah.
Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyampaikan, pihaknya pada Kamis (25/6) ini mulai mencari bukti terkait penggunaan fasilitas mewah oleh Firli Bahuri.
“Klarifikasi juga sudah mulai dilakukan hari ini. Karena yang diadukan adalah Ketua KPK tentu pihak yang diadukan juga akan diklarifikasi oleh Dewas,” kata Tumpak dikonfirmasi, Kamis (25/6).
Baca Juga:Lantunkan Asmaul Husna Bagi Calon BayiPembakaran Bendera Partai, PDIP Tegaskan Tempuh Jalur Hukum
Tumpak mengaku, pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri. Namun, pihaknya terlebih dahulu akan mengidentifikasi terkait fakta tersebut.
“Pengaduan itu sudah kami terima dan Dewas sudah tugaskan tim untuk melakukan identifikasi fakta-fakta lebih lanjut,” beber Tumpak.
Menurutnya, Dewas akan melakukan fungsinya sebagai pengawas dengan sebaik-baiknya. Terlebih adanya laporan soal dugaan etik terhadap Firli.
“Kami akan lakukan tugas pengawasan ini sebaik-baiknya. Terimakasih atas perhatian dari masyarakat untuk terus menjaga KPK agar senantiasa bergerak di relnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri maupun pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri masih belum menjawab laporan yang dilayangkan MAKI.
Sebelumnya, MAKI melaporkan Ketua Komisi KPK Firli Bahuri ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait dugaan pelanggaran etik. Laporan kali ini menyangkut dugaan gaya hidup mewah jenderal polisi bintang tiga itu.
“MAKI telah menyampaikan melalui email kepada Dewas KPK berisi aduan dugaan pelanggaran kode etik oleh Firli atas penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja (Sumatra Selatan) pada Sabtu, 20 Juni 2020,” kata Boyamin dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6).
Baca Juga:Umuh : Pasrah Kompetisi Berlanjut Tanpa Penonton, Kendati Memberatkan KlubYeyen Tumena Kecewa Pada Sikap Shin Tae Yong, Pernyataan Pelatih yang Berdampak Polemik
Laporan itu tertuang dalam surat nomor 72/MAKI/VI/2020. Boyamin menuturkan, helikopter yang digunakan Firli merupakan jenis Helimousine President Air yang juga pernah digunakan oleh motivator Tung Desem Waringin. Helikopter tersebut milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO.
Boyamin menyebut, perjalanan Firli ke Baturaja untuk kepentingan pribadi keluarga yakni ziarah makam orang tuanya. Boyamin mengklaim, jarak tempuh dari Palembang ke Baturaja hanya membutuhkan waktu empat jam menggunakan mobil.
